Ceritanya tentang makan siang beberapa waktu lalu di Bandung. Setelah urusan kerjaan selesai, saya jalan kaki dengan tujuan makan siang yang belum ada tujuan mau kemana atau makan apa. Karena tiket kereta pulang jam 14.45 jadi cari makannya yang kejangkau jalan kaki saja. Pas lewat di depan Riau Junction ada spanduk besar Fat Cow Steak House dengan tulisan diskon yang bikin nengok. Saat itu hari Kamis, menu yang diskon adalah Chicken Parmigiana. Ok, sudah diputuskan makan siang di Fat Cow.
Nah, itu pertama kalinya saya masuk ke Riau Junction jadi agak bingung juga, setelah keliling lantai 1 dan 2 hanya kelihatan ada 2 restoran di bawah dan 1 kopitiam di lantai 2 dan semuanya bukan Fat Cow. Akhirnya nanya lah ke aa-aa yang lagi nongkrong di depan, dikasih taunya letak Fat Cow ada di food court lantai 3. Balik ke atas lagi, dari eskalator ke arah kanan bisa langsung kelihatan stall-nya Fat Cow (bener ngga sih nyebutnya stall)
Sayangnya begitu saya diri di depan stall dan lihat-lihat menu, aa-teteh penjaganya ngga ada yang nyamperin ataupun menyapa, saat itu ada 3 orang yang kelihatan. Memang sih mereka lagi sibuk menyiapkan pesanan, tapi kalau ada pelanggan datang paling ngga mereka harus nyapa kan dan mempersilahkan kita lihat menu, walaupun setelah itu lanjutin apa yang sedang mereka kerjain (Aku syedih ngga di-orang-in). Mereka baru melayani setelah saya dadah-dadah manggil.
Karena saya anaknya diskonan, jadi pesanan saya adalah menu diskon hari itu, chicken parmigiana dan fruit salad. Mereka kasih kita papan nomor (namanya apa ya itu? yang buat nandain kalau kita pelanggan mereka itu lho) dan nota untuk bayar di kasir yang ada di tengah food court, jadi untuk pembayaran dari semua stall dijadikan di satu kasir. Untuk minumnya, karena di Fat Cow ngga sedia minuman, saya beli di kasir, namanya Addictea rasa Thai Tea. Selain Addictea ada juga milk tea merk lain, dan banyak jenis minuman lainnya.
Setelah nunggu sekitar 10 menit, fruit salad datang. Kelihatannya sih fruit salad aja pun akan mengenyangkan, karena penyajiannya di mangkuk roti (cukup besar) yang bisa dimakan. Potongan buahnya ngga terlalu besar jadi bisa langsung hap satu suap. Beberapa potong buah sudah masuk perut, berkali-kali teteh Fat Cow lewat tapi ngga satu kali pun mampir ke meja saya. Setelah nengok-nengok terus ke stall Fat Cow akhirnya si teteh jalan lurus bawa nampan ke arah saya.
Saya selalu suka makanan yang dipanggang, dibakar, pokoknya yang agak ada aroma asap-asapnya gitu. Ayamnya enak banget, walaupun tanpa saus ya, karena sausnya saya singkirkan dulu. Tapi sausnya ngga dicuekin aja, selain dicampur sama pastanya juga buat dicocol pakai mangkuknya salad, enak deh. Rotinya agak keras, dicocol saus jadi lebih mudah dikunyah. Ngga ada yang gagal menu makan siangnya. Addictea Thai Tea-nya pun juara, my kind of milk tea banget pokoknya. Agak nyesel karena belinya yang ukuran kecil.
Fat Cow Steak House ini ada beberapa cabang di Bandung, Majalengka dan ngga ada di Bogor. Kalau ngintip ke instagramnya sih menu lainnya sangat menggoda sekali, dan karena 2 menu di atas sukses jadinya penasaran sama menu lainnya. Selain rasanya yang paling penting adalah harganya, walaupun ngga murah tapi cukup terjangkau. Kalau mau kesana jangan lupa cek instagramnya @fatcow_id buat cek info diskon. Karena diskon bisa bikin kamu happy. Yeaaah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H