Lihat ke Halaman Asli

Desy Pangapuli

Be grateful and cheerful

Nonton Kekinian Menjadi Penonton yang Sehat

Diperbarui: 31 Agustus 2020   01:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: https://www.tribunnews.com/

Wacana bioskop dibuka jadi buah bibir?  Ehhmm...sebenarnya heran juga memangnya kenapa harus panik, dan apa salahnya bioskop dibuka. Apalagi ada ungkapan bahwa hati yang gembira adalah obat.  Artinya, hati yang gembira ini secara tidak langsung bisa meningkatkan imunitas kita. 

Ambil saja contoh, kantong tebal sekalipun kalau banyak pikiran nggak menjamin pemiliknya bahagia.  Buktinya, banyak tuh yang berakhir tragis RIP karena serangan jantung.  Lha...terus apa hubungannya dengan nonton, dan apalagi dengan wacana buka bioskop di masa pandemi.

Hubungan langsung sih antara ada dan tiada.  Maksudnya kalau dipikirkan dengan makin meningkatkan kasus Covid tentunya membuka bioskop jadi ngeri-ngeri sedap.  

Nggak bohong, ini akan menjadi celah atau potensi terjadinya penularan, alias klaster bioskop.  Tetapi, apa iya dengan menutup bioskop menjadi pilihan yang cerdas?

Pandemi Covid di negeri ini sudah berjalan sekitar 5 bulan, atau tepatnya 22 Maret 2020 adalah pertama kali pemerintah resmi mengumumkan adanya kasus Covid di Indonesia.  

Berbagai antisipasi, termasuk edukasi sudah dilakukan.  Dampak nyatanya tidak dapat dihindari adalah ekonomi yang anjlok.  Bahkan saat ini Indonesia sudah di ambang resesi, tetapi inilah memang konsekuensi tidak terhindar.  Kondisi ini juga dialami banyak negara, termasuk Amerika.

Jangan berdebat mengatakan, "Ooo...pemerintah berarti lebih memikirkan ekonomi daripada nyawa?"  Heheh...itu sih kesimpulan dangkal! Faktanya, fokus kepada kesehatan saja tanpa memikirkan sudut ekonomi, itu juga bunuh diri!

Sejauh ini pemerintah sudah memberikan cukup edukasi mengenai Covid kepada masyarakat.  Dimulai dari mengenalkan virus Covid, cara penularannya, pencegahan dan bahkan juga penyembuhannya.  

Ibarat sekolah, harusnya rakyat sudah cukup diberikan bekal untuk beradaptasi hidup berdampingan dengan Covid.  Kenapa beradaptasi, karena memang vaksin belum ditemukan, sementara ekonomi harus sesegeranya berjalan agar negara tidak ambruk.

Inilah juga yang membuat pemerintah mengambil kebijakan new normal, artinya kembali kepada kehidupan beraktivitas tetapi dengan beberapa perubahan, paling nyatanya memperhatikan protokol kesehatan.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline