Lihat ke Halaman Asli

Denik13

TERVERIFIKASI

Wiraswasta

Aneka Olahan Ketan yang Menggoda Lidah

Diperbarui: 24 September 2024   09:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aneka olahan ketan (dok. Denik)

Ketan. Sejenis beras yang umumnya digunakan untuk membuat makanan. Bisa berupa makanan berat seperti bubur ketan hitam atau makanan ringan seperti jajanan pasar.

Kalau diruntun dari Sabang sampai Merauke akan ditemukan puluhan jenis makanan dari olahan ketan. Di Pulau Jawa saja sudah tak terhingga jenisnya. 

Di Jakarta ada  kue gemblong, uli, tape uli, dodol hitam dan lain-lain. Di Jawa Tengah kita bisa temui kue wajik, kue Bugis, kue serikaya, lemper, lepet, lopis dan masih banyak lagi. 

Di Jawa Timur kita bisa menjumpai madu mongso. Olahan beras ketan hitam yang dibungkus kertas minyak. Di Jawa Barat ada dodol Garut dan wajik daun jagung. 

Madumongso (dok. kompas)

Belum lagi dari Pulau Sumatera. Kita bisa menjumpai olahan ketan lainnya. Seperti lemang, ketupat ketan dan lain sebagainya. 

Untuk ketupat ketan sama seperti ketupat sayur. Dibuat dari janur kelapa. Hanya ukurannya lebih kecil. Merebusnya dengan santan yang dibumbui. Jadi setelah matang terasa gurih. Makannya dicocol dengan tape uli. 

Tape uli olahan beras ketan hasil fermentasi. Rasanya manis-manis asam setelah jadi. Biasanya satu paket dengan uli. Keduanya menjadi salah satu suguhan yang dinanti saat hari raya Idul Fitri. 

Cara paling praktis mengolah beras ketan adalah dengan mengukus. Usai dikukus bisa ditaburi kelapa parut. Jika suka bisa ditambah dengan susu. Jadilah ketan susu yang sempat jadi jajanan hits anak Jakarte. Ketan susu plus wedang jahe. 

Bagaimanapun di tempat teman-teman? Ada menu lainkah dari olahan ketan? Boleh di share ya. Siapa tahu tertarik. Atau bis jadi sering makan tapi tidak tahu namanya. (Denik)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline