Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan ke daerah selatan Bojonegoro. Tentunya untuk menyambangi orang tua di desa dan ada beberapa kepentingan yang perlu diselesaikan. Sepanjang perjalanan pikiran saya sudah dipenuhi keinginan untuk menikati keindahan hutan di sepanjang jalan yang rindang. Entah mengapa setiap kali perjalanan dengan suasana alam saya sangat sengang, terlebih pepohonan.
Selama tujuh tahun menuntut ilmu jauh dari rumah, salah satu hal yang paling saya rindukan saat pulang adalah suasana desa ujung Bojonegoro yang indah dan hutannya yang masih lebat. Sayang, tujuh tahun itu ternyata waktu yang cukup sebentar untuk merombak hutan-hutan itu menjadi gundul. Dulu hutan gundul hanya bisa saya jumpai di buku-buku pelajaran IPS. Sekarang secara nyata saya jumpai kerusakan alam itu. Beberapa bekas pohon yang ditebang di sepanjang jalan membuatku miris. Aku pandangi pula bukit-bukit nun jauh di sana membentang tanaman jagung yang luas. Hanya ada beberapa pohon saja yang tersisa.
Saya tidak tahu pasti siapa sebenarnya yang memiliki wewenang untuk menebangi pohon-pohon itu. Satu hal yang saya tahu bahwa semua orang mempunyai kewajiban yang sama untuk menjaga dan merawat pohon-pohon itu. Sayangnya, sampai saat ini saya semakin menyaksikan kalau tangan-tangan manusia lebih gatal kalau harus merawat pohon-pohon itu. Banyak alasan yang bisa mereka tuturkan, yang katanya sayanglah jika tidak dimanfaatkan, kurangnya pendapatanlah apalah, semua bisa dituturkan.
Kalau dulu penampakan hutan yang gundul, kebakaran hutan dan sisa-sisa tebangan pohon hanya bisa saya saksikan di gambar-gambar, mungkin lima atau tujuh tahun lagi penampakan alam yang indah hanya bisa saya jumpai di gambar-gambar. Kalau saat ini saja kerusakan alam yang demikian sudah dapat saya saksikan apalagi anak-anak manusia yang akan datang. Mungkin saja mereka benar-benar hanya akan menyaksikan keindahan alam melalui gambar-gambar.
Sebagai anak yang lahir di desa rasanya alam dan hutannya adalah hal yang paling menakjubkan bagi saya. Bagaimana tidak, saya hampir selalu bermain di pinggir-pinggir hutan. Menemukan tumbuhan-tumbuhan yang bermacam-macam, baik yang bisa dimakan manusia atau tidak. Selepas lelah berjelajah sungailah tujuan akhir saya dan teman-teman untuk menyegarkan diri. Kemudian mengiringkan diri sambil menikmati pemandangan hutan sambil makan buah-buahan hasil petikan kami.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI