Lihat ke Halaman Asli

Dean Ruwayari

TERVERIFIKASI

Geopolitics Enthusiast

Delegasi Cina Dilarang Melihat Peti Mati Ratu Elizabeth, Apa Alasannya?

Diperbarui: 17 September 2022   18:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Warga Inggris memberikan penghormatan di sekitar peti mati Ratu Elizabeth II di Westminster Hall, London, 14 September 2022. (AP via VOA INDONESIA/KOMPAS)

Gambar di atas menunjukan situasi Westminster Hall. Peti mati Ratu dan antrean membentang puluhan mil. Pada hari Jumat kerumunan sangat besar hingga antrian harus dihentikan selama enam jam. Tak lama setelah itu dilanjutkan kembali.

Beberapa jam lagi dari sekarang jenazah Ratu Elizabeth II akhirnya akan dimakamkan. . Tepatnya Senin 19 September 2022 pukul 11.00 di Westminster Abbey.

Saat ini ribuan orang mengantri di luar Westminster Hall untuk melihat sekilas peti mati Ratu dan memberikan penghormatan terakhir kepada kepala negara terlama Inggris itu.

Anggota parlemen, walikota London, mantan Perdana Menteri, dan pejabat asing  semua terlihat memberi penghormatn kepada ratu tetapi delegasi Cina secara mengejutkan dilarang melakukannya. Cina secara meriah sudah dilecehkan oleh Inggris. Karena bahkan permintaan delegasi Cina untuk memasuki Westminster Hall ditolak oleh pembicara House of Commons, Lindsay Hoyle.

Kenapa? Karena Cina sendiri.

Cina tercatat meelakukan pelanggaran hak asasi manusia, dan karena gaya diplomasinya yang bikin hubungannya tegang dengan Inggris. tahun lalu China memberlakukan larangan perjalanan yang tidak beralasan dan membekukan aset sembilan warga Inggris, termasuk tujuh anggota parlemen.  Kenapa Cina melakukannya? karena anggota parlemen tersebut menuduh Beijing menganiaya Muslim Uighur. Akibatnya Cina merespons dengan "kasar".

Tidak tinggal diam, tahun lalu Inggris melarang duta besar Cina memasuki Parlemen Inggris. Tahun ini melarang pejabat Cina memberi hormat kepada ratu. Bukan hanya itu saja, anggota parlemen Tory juga meminta pemerintah Inggris untuk menarik undangan ke Xi Jinping untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth.

Tentu saja Beijing marah. Cina mencoba mengingatkan Inggris tentang protocol diplomasi dan meminta London untuk memperlakukan semua tamu dengan baik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning menyampaikan lewat siaran pers kementerian luar negeri Cina, "Delegasi asing yang berpartisipasi dalam acara tersebut atas undangan dari Inggris merupakan tanda hormat kepada ratu, dan pentingnya kepada Inggris. Sebagai tuan rumah Inggris harus menjunjung tinggi protokol diplomatik dan sopan santun terhadap  tamu."

Sikap Inggris terhadap China kemungkinan akan tambah "keras" lagi dalam beberapa bulan ke depan. Perdana Menteri Inggris yang baru Liz Truss bersumpah untuk lebih hawkish terhadap Beijing. Raja Inggris yang baru Charles III juga tidak terlalu menyukai China. Pada tahun 2015, beliau secara mencolok melewatkan  perjamuan kenegaraan untuk presiden China. Pada 2008, Charles memboikot Olimpiade Beijing dengan alasan dukungannya kepada Tibet. Pada 2005, Charles melewatkan perjamuan kenegaraan lain untuk presiden China Hu Jintao. Juga pada 1997, tepat setelah Penyerahan Hong Kong ke Beijing, Charles menggambarkan para pemimpin China sebagai "lilin tua yang mengerikan".

Sulit untuk mengira, apakah Charles akan melunakkan pendiriannya setelah menjadi Raja sekarang. Tapi yang jelas Charles memang tidak menyukai Cina.

Sumber: 1, 2, 3

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline