Lihat ke Halaman Asli

Irpanudin .

TERVERIFIKASI

suka menulis apa saja

Sanksi Russia untuk Turki, Peluang Perdagangan Hortikultura Indonesia

Diperbarui: 9 Desember 2015   23:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Eskalasi geopilitik di Timur tengah mengkhawatirkan banyak pihak akan memicu perang dunia ke-3. Ini terjadi setelah Turki menembak jatuh pesawat pembom Russia Su-24. Presiden Russia, Vladimir Putin marah besar. Dia menyebut Turki telah menikamnya dari belakang.

Sementara Presiden Turki yang dipuja oleh sebagian kalangan negeri ini, Recep Tayip Erdogan, bersikeras Turki menembak jatuh SU-24 Russia karena pesawat pembom tersebut melanggar wilayah udara Turki dan tidak mengindahkan 10x peringatan. Pernyataan yang semakin membuat marah Putin, karena menurut kopilot SU-24 yang berhasil diselamatkan dia tidak mendapat peringatan sama sekali. Selain data yang diperoleh Putin menunjukkan pesawat tersebut dijatuhkan di wilayah timur Suriah. Tanpa ragu-ragu, Putin yang berang menjatuhkan sanksi ekonomi.

Ketika Turki meng-impor 55% kebutuhan gas dan 30% kebutuhan minyak dari Russia, di saat yang sama Russia juga mengandalkan suplai buah dan sayuran dari Turki. Sekitar 20% kebutuhan buah dan sayur Russia tergantung dari Turki, dan Menteri Pembangunan Ekonomi Russia Alexei Ulyukayev memperingatkan menipisnya persediaan pangan Russia di awal musim dingin ini. Di saat yang sama Russia juga sedang berada di tengah buruknya hubungan perdagangan dengan negara eropa lain sehingga tidak bisa mengandalkan pasokan dari eropa.

Apa yang bisa kita lihat? Jika kita jeli, saat ini Russia sedang mencari pemasok buah dan sayuran dari negara lain, terutama Tomat dan Jeruk.

Jarak Indonesia-Russia tidak terlalu jauh, menurut pengalaman saya saat bekerja di salah satu perusahaan jepang pengiriman kapal peti kemas bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2 minggu melewati Laut Jepang dan Korea. Jika pengusaha kita cukup jeli, sesungguhnya ada peluang besar untuk perdagangan buah Indonesia-Russia. Dalam kondisi yang sangat membutuhkan, Russia pasti akan sedikit menurunkan standar kualitas perdagangannya demi memenuhi kebutuhan pangan. Apalagi melihat potensi dan posisi Indonesia sebagai partner strategis di masa depan, maka seandainya pengusaha Indonesia dan perwakilan perdagangan Indonesia menawarkan barang dagangan kebutuhan Russia, pasti akan dijajaki dengan sungguh-sungguh.

Untuk produk hortikultura, buah, sayur dan hasil bumi, sebagai warga Indonesia saya sangat yakin kita mampu bersaing. Buah-buahan kita tidak kalah kualitas dari buah Turki. Kita punya banyak produk, dari Apel Malang, Jeruk Medan,Manggis, Sirsak, Nangka dan lain-lain, Rusia bisa menjadi pintu gerbang menuju perdagangan buah dan sayur yang lebih luas. Keyakinan itulah yang melahirkan tulisan ini.

Persoalan saat ini hanya mengenai agresifitas dan jaringan, jangan sampai didahului trader-trader di Singapura, yang pastinya saat ini sedang sibuk mencari peluang mengisi menganganya pasar Russia karena konflik dengan Turki. Ujung-ujungnya, Singapura juga mengambil buah dari Thailand atau Indonesia juga.

 

Referensi Tulisan

http://www.dw.com/en/putins-mind-games-with-turkey/a-18898726

http://www.antaranews.com/berita/493203/buah-eksotik-indonesia-potensial-andalan-ekspor

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline