Lihat ke Halaman Asli

Makam Sutan Doli: Makam Kunonya Marga Siregar di Tapanuli Selatan

Diperbarui: 22 Juli 2021   05:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Sumber: Balai Arkeologi Sumatera Utara, 2015)

Apabila kita berkunjung ke Tapanuli Selatan (disingkat Tapsel), Sumatera Utara tepatnya di Kecamatan Sipirok terdapat beberapa situs atau tempat kuno yang menjadi ikon masyarakat Tapsel. Tepatnya dari Sipirok Kota dekat pasar, kita masuk ke dalam menuju Desa Bunga Bondar.

Dari Sipirok menuju Desa Bunga Bondar tersebut memerlukan waktu kurang lebih 15-20 menit menuju arah bukit barisan. Kondisi jalanan menuju kesana cenderung masih sepi meskipun sudah diaspal. Di sepanjang jalan, masih terlihat sawah dan ladang membentang luas dengan nuansa pegunungan, sungguh indah dipandang mata.

Sesampai di Desa Bunga Bondar, kita disambut dengan sederet rumah-rumah kayu yang masih tampak tradisional. Meskipun demikian, rumah-rumah tembok modern juga sudah banyak kita jumpai di desa tersebut. 

Di Bunga Bondar ini terdapat beberapa makam kuno yang masih dilindungi dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Terdapat makam-makam kuno yang mencirikan tradisi megalitik, serta makam kuno pendiri kampung Bunga Bondar yaitu Makam Ompu Raja Lintong. Makam tersebut berada di area persawahan sehingga pemandangannya tampak sangat indah dan mengagumkan.

Tidak jauh dari lokasi makam-makam kuno tersebut, terdapat satu makam yang sudah dibangun dengan diberi cungkup. Makam tersebut adalah makam milik Sutan Doli. Menurut informasi, Sutan Doli merupakan tokoh penting atau Raja di Desa Bunga Bondar yang sangat dihormati dan disegani. Beliau merupakan generasi kelima dari Ompu Raja Lintong, Sang Pendiri Desa Bunga Bondar serta yang menurunkan marga-marga Siregar di desa tersebut.

Makam kuno tersebut sebenarnya tampak sederhana, namun diberi cungkup atau atap seng dengan tiang-tiang penyangga permanen dari bata dan semen. Bangunan tersebut berukuran 700 x 410 cm dan dibatasi dengan pagar-pagar kayu yang tidak lebih dari 1 meter. 

Menariknya dari makam kuno ini terlihat di bagian atap sengnya terdapat papan kayu yang bertuliskan aksara Batak (Angkola). Tulisan tersebut dibuat menggunakan cat hitam dengan beberapa gambar-gambar binatang seperti kalajengking dan cicak di baris pertama, sedangkan di baris kedua terdapat gambar dua kodok dengan dua manusia yang membawa tongkat yang mengapit seekor ular.

Pada baris ketiga, terdapat sebuah tulisan beraksara Batak (Angkola) yang berbunyi:

bale ni sutan doli (rumahnya Sutan Doli)

bunga bondar (Bunga Bondar (nama desa/huta))

(Sumber: Balai Arkeologi Sumatera Utara, 2015)

Selain itu, terdapat gambar matahari di bagian atas serta keseluruhan gambar dan tulisan tersebut dibingkai dengan motif sulur yang mirip dengan gorga. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline