Lihat ke Halaman Asli

Untukmu, Karena Kerinduan

Diperbarui: 25 Juni 2015   04:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aku berdiri di bawah senja berlembayung merah
Menatap gulungan awan yang terus merapat
Tapi ada yg hilang dg tuanya bumi
Tak kulihat burung pipit menari indah menuju sarang
Tak kulihat jalanan sepi krn siap2 bergegas menuju surou

Jantung tak berhenti walau kau tak disisiku
Seperti bumi terus hidup tanpa keindahan burung dan kesholehan manusia

Satu yang hilang,
Tenagaku tak bisa memikul senyum tulus
Az, wajahmu yg buram semakin jelas dalam ingatan
Aku merindukanmu seperti kau merindukanku dahulu

Mungkin kita akan seperti lilin yg hidup dan mati bersama dalam satu jiwa sampai maut memisahkan
Nungkin juga kita seperti rel kereta api yg hidup bersama tapi tak bisa menyatu sampai ajal memisahkan
Atau mungkin kita seperti arah mata angin barat dan timur atau utara dan selatan

Hanya cerita saja, mungkin..
Tapi dengarlah kau disana
Aku tak bisa membiarkan nafas ini hampa...

I really..really..missing you...




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline