Lihat ke Halaman Asli

Eko Nurhuda

TERVERIFIKASI

Pekerja Serabutan

Rekam Jejak Patrick Kluivert, Bakal Calon Pelatih Baru Indonesia

Diperbarui: 7 Januari 2025   18:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Netizen boleh saja mencela, tetapi Patrick Kluivert punya rekam jejak yang boleh diadu. (FOTO: via Tribun Jogja)

Pemecatan Shin Tae-yong membuat dunia maya gempar. Netizen ramai-ramai menyuarakan kekecewaan, sampai-sampai mencela dan menjelek-jelekkan calon pelatih baru timnas Indonesia. Padahal, rekam jejak Patrick Kluivert tidak bisa dibilang jelek.

Jika kita menilik linimasa media sosial, netizen lebih suka membuka borok Kluivert sebagai pribadi. Tindakan yang sangat disayangkan karena yang diserang bersifat personal alias ad hominem, serta jauh dari pembahasan terkait sepak bola. 

Yang lebih saya sayangkan lagi, sejumlah jurnalis populer--beberapa merupakan juru warta media nasional ternama, ikut-ikutan dalam arus ini. Misalnya dengan mengunggah tangkapan layar pemberitaan miring mengenai pribadi Kluivert.

Ketika ada netizen lain yang mengingatkan untuk tidak mengorek-korek masa lalu orang, dijawab itu karena memang tidak ada hal positif dari sosok Kluivert. Jawaban yang menunjukkan keengganan mencari tahu sesuatu hal secara menyeluruh, melainkan hanya yang dapat memuaskan ego.

Padahal dengan googling sedikit saja dapat ditemukan rekam jejak Kluivert sebagai pelatih. Tersedia banyak bahan untuk dijadikan bahan diskusi mengenai tepat-tidaknya ia dengan kebutuhan timnas. Bukan alih-alih menggunjingkan hal-hal personal yang bahkan bukan merupakan sebuah aksi kejahatan.

Jadi, bagaimana sebenarnya rekam jejak seorang Patrick Kluivert sebagai pelatih?

Dari Asisten, Lalu Manajer

Karier kepelatihan Patrick Kluivert dimulai setelah masa-masa bermainnya yang gemilang bersama klub-klub top Eropa. Sebutlah Ajax Amsterdam dan Barcelona, serta tim nasional Belanda di ajang Euro dan Piala Dunia.

Kluivert mengawali karier manajerial sebagai asisten Louis van Gaal di AZ Alkmaar. Di klub ini ia ditugasi melatih para penyerang selama musim 2008-10.

Salah satu buah didikan Kluivert adalah mencuatnya nama Mounir El Hamdaoui sebagai top scorer Eredivisie musim 2008-09. AZ sendiri keluar sebagai juara Eredivisie, titel kedua sejak yang terakhir diraih pada 1980-81.

Setelah itu Kluivert sempat sebentar menjadi asisten Ange Postecosglu di Brisbane Roar. Sebelum kemudian kembali ke Belanda untuk mengasisteni Wiljan Vloet di NEC Nijmegen.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline