Lihat ke Halaman Asli

Bung Amas

Kolektor

Puisi | Cahaya Yang Meredup

Diperbarui: 14 November 2019   20:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tentang cahaya

Bagai kapal terombang-ambing
Kapten mulai oleng
Cuaca bergelora tanpa arah
Bahkan arah cahaya menjadi buram
Jalan pulang tertutup tirai

Kaukah cahaya semangat
Diatas singgasana gagah perkasa
Kau tersenyum penuh percaya
Terbiasa optimis dan energik
Tak gampang patah, dipodium kau ceria
Kini kau lunglai bagai bunga disinari terik
Kau kusut bagai kertas yang diinjak-injak
Hancur kewibawaan dan nama baikmu

Kau yang dulunya bangkit patriotik
Entah kemana?, kini kau tidur
Suara lantang, tak takut salah
Kini melempem memilih diam
Kau lemah, mati harapan
Hilang spirit juangmu
Bangkitlah, nyalakan cahaya

Hari esok akan kita gapai
Gelap hanyalah cahaya yang melemah
Redup kau tak berguna
Bangunlah, kau dinanti
Dielukan kedepan, kau perkasa pejuang
Jangan kau tamatkan cerita
Besok adalah hari-hari kita
Jemputlah cahaya, peluk mesra bersamanya

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline