Lihat ke Halaman Asli

Bugi Kabul Sumirat

TERVERIFIKASI

author, editor, blogger, storyteller, dan peneliti di BRIN

Peneliti Lingkungan: Ayo Lebih Bersemangat dan Lebih Paham Etika

Diperbarui: 16 Desember 2017   13:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sekretaris BLI (kanan), Kepala BP2LHK (kiri) (foto dokumentasi pribadi)

... Ayo lebih semangat lagi, untuk seluruh peneliti lingkungan ....

Itu kira-kira himbauan Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) kepada para peneliti lingkungan lingkup BLI khususnya fungsional-fungsional peneliti di Balai Litbang LHK Makassar, dalam pembinaan yang diadakan pada hari Jumat, 15 Desember 2017 di kantor BP2LHK Makassar. Video besutan Ade Suryaman terkait kegiatan pembinaan tersebut dapat dilihat dalam video berikut:


Perhatian Dr. Ir. Silvana Ratina, MSi- Sekbadan BLI ini karena disadari bahwa perhatian dan tuntutan terhadap peneliti-peneliti lingkungan semakin meningkat, baik tuntutan akan performance, hasil serta output yang dapat dibagikan kepada user/pengguna dan kepada masyarakat luas.

Sehingga, demikian tambah Silvana - panggilan akrab beliau, BLI sebagai induk para peneliti lingkup Kementerian LHK akan sangat mendukung dengan menyediakan dukungan penuh bagi peneliti-penelitinya.

"Peneliti kan ikonnya BLI ...." Demikian imbuh Silvana.

Ditambahkannya pula, bahwa ternyata, hasil penelitian itu luar biasa sekali, hanya perlu ditambahkan 'selling point'nya saja. Penambahan faktor ini agar manfaatnya dapat terasakan atau dimanfaatkan lebih luas lagi.

Hal di atas termasuk pula untuk menjawab tantangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang kerap mempertanyakan tentang hasil-hasil litbang para peneliti BLI. 

Penekanan lain untuk menonjolkan selling point hasil penelitian adalah dengan melakukan dengan apa yang disebutnya paket: press tour - publikasikan - jual. Jadi BLI, dibawah kendali dan pengawasan langsung Sekretaris BLI gencar melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Gencarnya kegiatan tersebut dilaksanakan akan makin menambah semaraknya proses diseminasi hasil-hasil penelitian para peneliti BLI. Proses inilah yang kemudian dapat dinamakan sebagai proses 'selling the research'.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, saat menyerahkan penghargaan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) kepada BLI yaitu PUI Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis tahun 2018-2020 pada hari Rabu, 13 Desember 2017 lalu.  M. Nasir menekankan bahwa inovasi adalah hal yang sangat penting tetapi harus dilanjutkan dengan upaya komersialisasinya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan dapat pula tersambung dengan dunia industri (Kemen LHK, 13 Desember 2017)

Demi meningkatkan kualitas hasil penelitian yang dihasilkan oleh para peneliti lingkup BLI, khususnya peneliti-peneliti Lingkungan di BP2LHK Makassar, seperti disampaikan oleh Kepala BP2LHK Makassar, Ir. Misto,  MP, maka peneliti-peneliti  perlu ditingkatkan kemampuan menelitinya. Untuk itulah, Sekretaris BLI menugaskan Prof (Riset) Dul Salam untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan 'Etika Penelitian, Peneliti dan Publikasi'

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline