Terakhir saya pergi ke Gunung Papandayan sekitar empat tahun yang silam. Saya sedikit lupa jalan menuju Tegal Alun karena semak belukar seakan menutupi. Saya dan rombongan pun salah mengambil jalan. Sebuah jalan yang tidak lazim dilalui pendaki Gunung Papandayan.
Trek yang saya lalui pun sangat curam dan cukup menguras tenaga. Namun, rasa lelah seakan hilang seketika saat saya bisa melihat pemandangan alam Gunung Papandayan yang memesona di tengah perjalanan.
Setelah menempuh jalur yang terjal dan menembus hutan beranting, saya pun tiba di Tegal Alun. Sejauh mata memandang rimbunan tanaman Edelweiss menghiasi. Saat itu Edelweiss sedang kurang bagus karena banyak tanaman yang mengering. Walaupun demikian, keindahan Tegal Alun masih menunjukkan pesonanya yang menawan.
Saksikan cerita selengkapnya dalam video perjalanan yang saya unggah di kanal YouTube Berbudi TV. Jangan lupa untuk subscribe ya!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H