Lihat ke Halaman Asli

Budi Susilo

TERVERIFIKASI

Bukan Guru

Ini Warung Berjasa yang Bukan Warung Makan

Diperbarui: 27 September 2023   07:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar sedang memasak oleh Volker Lekies dari Pixabay

Umumnya tempat makan di sekitar kampus menawarkan harga makanan yang ramah bagi kantong para mahasiswa.

Kendati tidak mencirikan warung makan, satu warung ini menawarkan harga menu lebih murah dibandingkan warung makan sejenis. Berapa bedanya, saya sulit mengingat hal detail di tahun 1984 atau 1985.

Namun saya tidak bisa melupakan satu tempat dekat kampus, yang menjual makanan lebih murah dari warung lainnya.

Sebetulnya tempat tersebut kurang tepat disebut warung makan. Ia adalah dapur dari sebuah rumah warga di dekat kampus di Dago Atas, Bandung.

Ukuran ruang kegiatan memasak itu cukup luas sehingga dapat menampung meja makan dengan kursi, selain kompor, lemari, kulkas, dan tempat penyimpanan peralatan masak atau makan.

Dari tampilan luar tidak terlihat ciri warung makan seperti umumnya. Apalagi adanya makanan dipajang dan papan nama.

Saya mengetahui bahwa dapat membeli makanan di rumah tersebut berkat seorang teman.

Pada satu hari seorang sahabat beda fakultas mengajak makan siang di dekat kampusnya. Masuk dari belakang satu rumah langsung menuju dapur.

Kepada seseorang di sana ia minta dibuatkan dua telur dadar, untuknya dan saya. Nasi putih ambil sendiri di dandang. Menyendok sup dari panci.

Jangan bayangkan di dalam kuah itu ada potongan daging atau ayam. Isinya kacang merah serta potongan wortel, kentang, buncis, kubis, daun bawang, dan seledri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline