Lihat ke Halaman Asli

Billy Steven Kaitjily

Penulis dan Narablog

Perjuangan Nelayan Marunda Kepu di Tengah Lautan Sampah

Diperbarui: 18 Juni 2024   14:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: Agus (60), warga di Kampung Nelayan Marunda Kepu, Jakarta Utara, menatap ke arah pesisir yang dipenuhi sampah, Senin (22/1/2024). (Foto: KOMPAS.com/VINCENTIUS MARIO)

Cuaca siang hari (Senin 17/06/2024) di kampung nelayan Marunda Kepu, Cilincing, Jakarta Utara, cerah berawan. Di kiri jalan menuju dermaga kecil, tampak perahu-perahu nelayan sedang berlabuh.

Sementara itu, di kanan jalan membentang tambak ikan, puluhan ruma warga, dan gedung-gedung PT. Tak banyak aktivitas warga siang ini, mungkin karena liburan Idul Adha 1445 H.

Setelah mengenderai sepeda motor kurang lebih 2 jam dari Jakarta Barat, saya berhenti sejenak di ujung jalan Marunda Kepu.

Di bawah sebuah pohon rindang, saya duduk menatap ke arah dermaga kecil. Perahu-perahu nelayan sedang berlabuh. Ada pula kapal-kapal wisata.

Dari kejahuan, tampak sebuah perahu sedang melaju ke arah dermaga. Indah sekali.

Namun, pemandangan yang indah itu segera lenyap, setelah saya masuk ke area dermaga. Sampah plastik berserakan membentuk bukit-bukit di bibir pantai.

Sebuah alat berat terparkir di tengah tumpukan sampah. Alat berat inilah yang digunakan warga untuk mengerok sampah dari dalam sungai Kanal Timur yang mengarah ke laut.

Saya memarkir sepeda motor tepat di depan sebuah warung pemancingan. Ramai sekali di sini. Sekelompok pemuda sedang sibuk membeli umpan udang untuk bekal memancing mereka di bagang.

"Mau mancing di bagang juga, Bang?" celoteh salah seorang pemuda.

"Nggak, saya hanya mampir saja, Bang".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline