Lihat ke Halaman Asli

Air Mata Bumi

Diperbarui: 29 April 2019   16:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Air mata bumi menjelma mata air
mengaliri sungai nadi di segenap pulau dan benua
membelah dada dunia di luas laut dan samudera
rasanya berjuta pesona merekah bergincu merah
Matahari menyapa dengan radiasi rasa
menguapkan mantra-mantra pemanggil hujan
menautkan angan dan kenyataan
lewat kilat petir dan guruh yang menggelegar
Dulu pernah aku mendengar dongeng-dongeng hidrologi
tentang air mata bidadari yang meniti pelangi
namun kiranya hanya sekedar pengakal bocah
agar tertidur pulas sebelum rembulan pecah
Air mata bumi kini tak menjelma mata air lagi
sebab serapahnya telah meruah ke penjuru wilayah
syaraf-syarafnya telah tersumbat tumpukan sampah
meneriakkan tangis tanpa air mata lagi

Bekasi, 25 April 2019

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline