Lihat ke Halaman Asli

BEM FKIP UHAMKA

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Reklamasi Pantai dan Dampaknya Untuk Sekitar

Diperbarui: 15 Januari 2025   09:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kajian Kampus, Sumber: BEM FKIP UHAMKA

Oleh: Muhammad Fikri Agung Kurniawan (BEM FKIP UHAMKA), Muhammad Yustinian Iqbal (Pendidikan Biologi), Intan Herlina (Pendidikan Geografi)

Reklamasi pantai adalah proses penimbunan wilayah pesisir atau laut untuk dijadikan lahan baru yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan kawasan pemukiman, industri, atau wisata. Dari sudut pandang biologi, reklamasi pantai dapat mengakibatkan perubahan ekosistem yang signifikan. Habitat alami makhluk hidup seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun sering kali terganggu atau bahkan hilang akibat aktivitas ini. Hal ini berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati, terganggunya rantai makanan, dan berkurangnya populasi spesies tertentu yang bergantung pada ekosistem pantai.

Dari sudut pandang geografi, reklamasi pantai mengubah struktur alami pesisir dan dinamika geomorfologi kawasan tersebut. Perubahan ini dapat memengaruhi pola arus laut, sedimentasi, dan erosi pantai. Dalam jangka panjang, reklamasi sering kali mempercepat erosi di wilayah pesisir lain yang berdekatan karena gangguan pada aliran air laut. Selain itu, reklamasi juga dapat meningkatkan risiko banjir di kawasan pesisir karena hilangnya zona resapan air alami seperti mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang pasang dan badai.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline