Untuk kali kedua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( DPD HPI Jawa Tengah) mendapatkan undangan dari Bank Indonesia Regional Jawa Tengah untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) berkaitan dengan wisata sejarah. Hal ini disebabkan Bank Indonesia Wilayah Jawa Tengah sedang mengembangkan sebuah Aplikasi yang diberi nama JASIRAH. Jasirah yang merupakan akronim dari Jejak Wisata Sejarah Jawa Tengah merupakan aplikasi yang mengetahkan wisata religi, budaya dan sejarah yang berada di Jawa Tengah.
Tujuan dari pengembangan aplikasi ini adalah menjadi one stop shoping pariwisata dengan tema sejarah Jawa Tengah yang terbagi menjadi dua tema besar antara lain Sejarah Mataram Islam dan Sejarah Mataram Hindu / Budha yang memungkin untuk dikembangan menjadi beberapa tema wisata yang lainya. Atau berisi akulturasi tiga budaya Hindu, Budha dan Mataram Islam. Di dalam aplikasi kita akan menemukan banyak destinasi sejarah budaya Jawa Tengah lengkap dengan keterangan detail yang dikurasi oleh ahli sejarah.
Setelah kita memilih destinasi yang menarik untuk kita lihat dan baca narasi sejarahnya ada beberapa pilihan informasi yang disajikan oleh aplikasi antara lain : Kalender Event, Gallery Foto dan Video Destinasi sejarah serta Image 360. Ada Juga pilihan informasi Akomodasi terdekat, Rumah Makan, Cinderamata, serta mini market yang tidak jauh dari destinasi yang akan kita tuju.
Untuk melengkapi aplikasi tersebut pihak Bank Indonesia Wilayah Jawa Tengah mengundang para ahli dari beberapa stakeholder. Dari akademisi yang terfokus pada konten konten sejarah yang ada di dalam aplikasi, Travel Agent yang diwakili oleh Nusantara Tour dan Bersukaria Tour serta DPD HPI Jawa Tengah sebagai Organisasi Profesi bidang kepemanduan.
Materi kegiatan FGD terfokus dari hasil pengamatan dalam Expedisi Jasirah yang selenggarakan pada tanggal 04 Mei 2023 dengan tujuan Masjid Demak, Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, Menara Kudus dan Sunan Muria.
Pak Aji dari Bank Indonesia menyampaikan bahwa wisata sejara itu unik, karena secara otomatis antara daerah yang satu dengan daerah yang lain memiliki keunikan masing masing. Dalam Pengembangan Ekonomi industri / pabrik manufaktur sangat memungkinkan untuk berpindah dari satu daerah ke daerah yang lainya dengan banyak faktor antara lain bentang alam, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia dan juga kebijakan oleh pemerintah daerahnya masing masing.
Hal tersebut menurutnya tidak terjadi dalam industri pariwisata karena tiap daerah tidak bisa serta merta memindahkan potensi wisata yang ada karena bisa jadi potensi daerah yang satu dengan daerah yang lainya berbeda dan unik apalagi jika menyangkut wisata sejarah dan budaya karena setiap daerah pasti memiliki peninggalan sejarah dan budayanya masing yang tidak mungkin untuk di duplikasi karena berkaitan dengan kejadian masa lampau.