Lihat ke Halaman Asli

Band

TERVERIFIKASI

Let There Be Love

Daya Rusak Tim Indonesia, Mengerikan!

Diperbarui: 20 Desember 2021   23:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber dari bola.net

Setelah berbaris di kejauhan dan menjadi bayang-bayang buram di lapangan Vietnam, tiba-tiba Indonesia datang berjalan ke tengah lapangan seperti pangeran kegelapan untuk menaklukan sang macan. The Batman closed The Tiger.
Anak-anak senang dengan Batman, politik suka jebakan Betmen, saya berpikir yang lebih menyoal, yaitu Kuda Hitam.

Laga bola kemarin, saya pikir Garuda terlalu kejam kepada Harimau Malaya, daya rusak pemain Indonesia begitu dalam di lapangan rumput Kallang yang berkesan mengerikan.

Kapten negara Jiran Baddrol Bakhtiar terpana, mesin upstream di 2 gelandangnya seperti tak hendak menyala, dia hanya memandangi Ricky dan Rahmat di hadapannya yang mematikan dua starternya. Salah satunya Kogi, yang beruntung menembak bola yang tiba-tiba datang di kaki dan mencatat skor semenjana.

Tapi Kogi bukan skenario, Baddrol masih galau, hanya Hanapi satu-satunya pilihan di mesin sayap yang masih deras, tapi dia selalu tersendat ketika berpapas dengan kapten Asnawi.

Bagaimana Safawi? Dia seperti lelaki gontai, berjalan seorang diri, karena penanda Safawi begitu banyak dan batu, dari awal sampai ujung, sudah ada Witan, Arhan, sampai Dewangga. Safawi tak ada solo! teriak di hati Baddrol.

Sesekali orang senior rumput hijau itu menengok garis bertitik empat di belakangnya, belakang The Tiger meragukannya, padahal ada Cools dan Eldstal yang seperti pilar menjulang. Baddrol tak tampak seperti biasanya, sering menjadikan pertahanan lima dengan dirinya. Karena Irfan ada dimana-mana, Witan ada dimana-mana dan bomber Wailan membikin overload. Manakah yang harus ditandai?

Bola jala hanya soal waktu, karena kerusakan lapangan Malaysia sudah merambah ke kotak enambelas. Benar saja, pertama Irfan, kedua Irfan, ketiga sepak pisang Arhan dan keempat heading menawan Elkan.

Saya masih menaruh televisi menyaksikan usainya kedua bangsa serumpun bersalaman, tapi saya tak habis memikirkan daya rusak tim anak-anak lelaki Garuda di lapangan hijau Singapura. Malaysia bukan kesebelasan kaleng-kaleng, skenario terjelek seharusnya adalah jual beli serang, tapi kali ini Malaysia seperti kehilangan daya permainan. 

Saya pikir Malaysia kalah bukan karena kehilangan kemampuan, melainkan kerusakan sistem, ini mengerikan, pemain-pemain Indonesia merusak papan gambar mereka.

Sebenarnya hal ini sudah mulai terasa terjadi di tim Vietnam, pertahanan grendel tim merah putih membuat pemain Naga kehilangan kreatifitas, menjadi cepat jenuh. Pesona gelandang Quang Hai dan striker Cong Phuong menjadi biasa dan sama dengan rata-rata pemain Vietnam lainnya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline