Lihat ke Halaman Asli

Bambang Syairudin

Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan SATU per SATU PUISI dari SEMBILAN rincian PUISI tentang TIDAK KAPOK. Semoga bermanfaat. 🙏🙏

Fibonacci Puisi: Mentauhidkan Bait-Bait Puisi

Diperbarui: 25 Maret 2022   01:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Fibonacci Puisi: Mentauhidkan Bait-Bait Puisi

menyertakan puisi dengan pemuisi
di bulan puasa ini
pabila bisa
sempurna

andaikan
diupayakan
saat tak minum tak makan
dengan puisi yang juga dipuasakan

dengan mentauhidkan bait-bait puisi
perbuatan lisan ini
selaras hati
nurani

bersama
tauhid kita
mentauhidkan bait-bait puisi kita
dan mempersembahkan segalanya untuk nya

(mentauhidkan bait-bait puisi, 2022)

Rincian kelima dari Lima Puisi Puasa Puisi. Mengisyaratkan tentang pentingnya untuk mentauhidkan bait-bait puisi. Semoga bermanfaat.

Catatan:
Deret fibonacci yang digunakan dalam puisi ini:
Bait pertama, empat baris dengan jumlah suku kata (jumlah ketukan) sesuai deret fibonacci: 13, 8, 5, 3.
Bait kedua, empat baris dengan jumlah suku kata (jumlah ketukan) sesuai deret fibonacci: 3, 5, 8, 13.
Bait ketiga, empat baris dengan jumlah suku kata (jumlah ketukan) sesuai deret fibonacci: 13, 8, 5, 3.
Bait keempat, empat baris dengan jumlah suku kata (jumlah ketukan) sesuai deret fibonacci: 3, 5, 8, 13.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline