Lihat ke Halaman Asli

Bambang Subroto

Menikah, dengan 2 anak, dan 5 cucu

Ambisi Burung, Tak Segegap Manusia

Diperbarui: 25 Februari 2022   07:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Karya Waldemar Walczak  -  Bersumber dari twitter Literatura_rte

Tiada burung malas, yang bangun siang, tinggal di sarang. Selalu rajin, mengais makan, pagi sehingga petang.

Manusia pun terbang, sayapnya letih, ambisi lebih. Membubunglah ke awan, menembus malam, memeluk kenang. Saat bertemu burung, henti sejenak, ngobrol yang enak.

Bertemu senja, lalu cerita, bercita-cita. "Ku akan terbang, setinggi mungkin, mengunduh bintang-bintang." Keseluruhan, tuntas dan utuh, tak mau kekurangan. Sangatlah menyakitkan, jika terjadi, sial sekali.

Ingin sempurna, sehingga paripurna, menutup cela. Lengkap dan murni, hanyalah mimpi, di siang hari.

Disulut asa, itulah manusia, sedang dahaga. Meminum air asin, di samudera, berlama-lama. Panen kecewa, tinggi menumpuk, hidup makin terpuruk.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline