Lihat ke Halaman Asli

Balya Nur

Yang penting menulis. Dah gitu aja

Politik Syaikh Abdul Qodir Jailani

Diperbarui: 22 Agustus 2023   09:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

captureLiputan6dotcom

Kisah ini bermula dari rencana pembentukan Partai Kebangkitan Bangsa. Gus Muwafiq tirakat berencana mengambil air Syaikh Abdul Qodir Jailani. Di mana gerangan air itu? Cuma satu yai sepuh yang tahu, Mbah Dimyati.

Mbah Dimyati menunjukkan air syaikh itu ada di tengah laut. Singkat cerita, Gus Muwafiq tiba di tepi pantai. Dia melihat di tengah laut ada sinar terang. Bismillah. Dia berjalan ke tengah laut menuju sinar terang.  Jangan dikira Gus Muwafiq naik kapal. Dia jalan kaki. Juga jangan dikira lautnya tenang. Ombak bergulung dengan dahsyat. Tentu saja Gus penemu tombak yang ujungnya ada nuklirnya itu berani melawan ombak sedahsyat apa pun. Walhasil, air itu didapatkan.

Kisah itu diceritakan pada Andi F Noya yang terbengong-bengong mendengar kisah itu. "Ya saya berjalan atau berlari begitu saja, saat saya melihat cahaya di laut itu. Inget kalau itu laut saat saya sudah kembali, dan berada di tepi laut," kata Gus Muwafiq.

Andi F Noya mengatakan  hal tersebut tidak masuk di logika. Gus Muwafiq hanya mengatakan, "Ya memang itu tidak masuk logika, ya seperti cinta juga sulit dijelaskan dan tidak bisa dilogikakan."  Sesederhana itu.

Hatta berdirilah PKB. Entahlah apa karena berkat air syaikh itu pada Pemilu 2024 PKB lolos ke Senayan dengan 52 kursi di DPR. Air itu pula yang bikin PKB pecah. PKB versi Gus Dur dan PKB versi Muhaimin. Kedua kubu itu saling pecat memecat. Bisa jadi air itu akan menjadi senjata makan tuan jika penggunanya hatinya penuh intrik.

Pada muktamar PKB tahun 2005, Muhaimin terpilih menjadi Ketua. Gus Dur jadi Ketua Dewan Syura PKB. Tahun 2008 tersebar kabar kubu Muhaimin akan melengserkan Gus Dur dari kursi dewan syura. Pada tahun itu juga rapat rutin gabungan DPP PKB merekomendasikan memecat Muhaimin.Masih pada tahun yang sama, PKB pimpinan KH Abdurrahman Wahid menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) di Ponpes Al-Asshriyyah, memutuskan Ali Masykur Musa menggantikan Muhaimin  dan Yenny Wahid sebagai Sekjen.

Tentu saja Muhaimin tak mau kalah. Dia  menggelar MLB di di Hotel Mercure Ancol pada tahun yang sama. Keptusannya, Muhaimin sebagai Ketua Umum PKB. dan Lukman Edy sebagai Sekjen. Aneh bin ajaibnya, pengurus PKB versi Gus Dur dan versi Muhaimin bareng ikutan nyaleg pada Pemilu 2008.

Sebagai Ketum tentu saja Muhaimin nggak mau berlama-lama dibuat gerah. Dia memecat Yenny Wahid. Hingga akhirnya kedua kubu saling gugat ke pengadilan. Walhasil, Dalam putusan kasasi bernomor 441/kasus kasasi/Pdt/2008 itu, MA memutuskan struktur kepengurusan PKB kembali ke hasil Muktamar Semarang 2005. Gus Dur tetap sebagai Ketua Umum Dewan Syura, dan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz

Lambat tapi pasti, Muhaimin berhasil menyingkirkan orang-orang Gus Dur. Hingga sekerang perseteruan itu tidak juga padam. Belum lama ini Yenny bilang, "Saya PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin." Muhaimin membalas, " Yenny itu bukan PKB. Bikin partai sendiri aja gagal lolos. Beberapa kali pemilu nyerang PKB nggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya," cut Muhaimin. Yenny memang pada tahun 2012 bikin Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), tapi gagal lolos sebagai peserta Pemilu 2014.

Belum lama ini Ganjar Pranowo mendatangi keluarga Gus Dur. Diterima oleh Yenny dan ibundanya. Yenny berjanji akan berkampanye untuk Ganjar. Tentu saja Yenny tahu kalau Muhaimin digantung nasibnya oleh Prabowo. Muhaimin pun mengancam jika tidak jadi cawapres Prabowo, PKB akan hengkang. Bisa saja akan hengkang ke kubu Ganjar asalkan dapat jatah cawpres.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline