Lihat ke Halaman Asli

Balya Nur

Yang penting masih bisa nulis

Denny Siregar Gagal Meracik Buah Simalakama Menjadi Kopi?

Diperbarui: 13 Agustus 2017   09:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebagai pengamat Kecebong mau tidak mau saya harus membaca para elit  Kecebong. Sebenarnya bacaan para Kecebong sangat sederhana hingga tidak  membuat kepala pening membacanya. Malah terkadang bisa bikin ketawa  ngakak.

 Elit yang bergelar Sm (Seleb medsos ) saja tidak bisa  membedakan kota Kiev dan kota Damaskus. Tidak bisa membedakan Putri arab  dengan aktris India. Maka jangan heran kalau juga tidak bisa membedakan  mana tulisan yang biasa saja dengan tulisan yang bagus

 Sebut  saja nama Denny Siregar,Sm. Sebagai pengamat  Kecebong saya sudah  menuliskan pengamatan saya soal DS menghadapi kenyataan NU protes soal  penerapan FDS. Saya sudah menduga DS dalam situasi galau nggak kepalang  seperti dihadapkan harus memakan buah simalakama.

 Sebenarnya ada  satu jalan, yakni meracik buah simalakama menjadi bahan baku untuk  dijadikan kopi. Jadi, kutukan buah malakama tidak berlaku karena  menyeruput beda dengan memakan. Cuma berhubung buah simalakama tidak  punya juklak meracik menjadi kopi, bisa beraikbat fatal. Alih-alih bapak  atau ibu mati, malah jangan-jangan dia sendiri yang akan mati

 Maka satu-satunya jalan adalah istirahat menulis, menyodorkan tulisan  orang lain yang dianggap bagus. Maka pada tanggal 12 Agustus kemarin, DS  menulis di bawah judul " Pemerintah yang Gagal Bercerita." DS mengcopas  tulisan Fahd Pahdepie (FP ) berjudul " Gagal Paham FDS dan Gagalnya  Story Telling Menteri Muhadjir."

 Pada pengantarnya DS menulis,  Ini tulisan bagus. Kita mencoba memahami kedua belah sisi dalam melihat  sebuah kebijakan. Dan tulisan ini menggambarkan apa yang saya sebut  'Kegagalan komunikasi' pemerintah.Apakah benar tulisan itu bagus?  Hahahaha Silakan baca kembali paragraph 2.

 Silakan buktikan sendiri di link
https://www.facebook.com/dennyzsiregar/posts/1547559731973556

Dalam tulisan itu FP yang mengaku pernah diundang langsung oleh Pak  Muhadjir yang berstory soal FDS, menyayangkan Pak Muhadjir kurang pandai  "mendongeng" soal FDS hingga program FDS yang dipuji setinggi langit  oleh FP, kurang dipahami oleh golongan yang memprotes. FP yakin kalau  Pak Muhadjir pandai "mendongeng" tentu tidak akan terjadi kesalah  pahaman soal FDS.

 FP malah melihat lebih jauh pada soal yang  berhubungan dengan pariwisata. Soal pentingnya keluarga jalan-jalan  setiap akhir pekan mengunjungi tempat yang indah dan makanan Maknyuss

 Sampai di sini saya mencari, apa yang disebut bagus oleh DS? Apa yang  dimaksud memahami kedua belah sisi? Apakah DS menganggap para petinggi,  para ulama NU yang protes keras itu tidak paham luar dalam soal FDS yang  kemudian akan diperpreskan dan dirubah menjadi Sekolah Lima Hari?  Petinggi NU yang sangat dekat dengan pemerintah ente anggap cuma  mendengar bisik-bisik tetangga soal kebijakan FDS, Den? 

 FP  menutup tulisannya dengan imbauan ala pejabat, Mungkin, ini saatnya  duduk bersama dan saling 'bercerita'. Berceritalah dengan baik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline