Spiritualitas Mgr Gabriel Manek SVD
Mgr Gabriel Manek SVD lahir 18 Agustus 1913, dan meninggal 30 November 1989 di Amerika Serikat San Fransisco. Dua hari sejak tanggal kelahirannnya kemudian dibaptis dengan nama Johannes Wilhelmus Manek anak yatim piatu keturunan darah Tiongkok (nama asli Lay Tjong Sie), kemudian diangkat oleh ibu Maria Belak keturunan Raja Don Kaitanus da Costa Belu Utara.
Setidaknya ada 3 pristiwa penting dalam perjalanan panggiilan hidup Mgr Gabriel Manek SVD yakni menjadi pendiri sekolah pendidikan Biara Tarekat Puteri Reinha Rosari; atau pendidikan tarekat suster pribumi pertama di pulau Folres; Mgr Gabriel Manek SVD dua kali menjadi uskup Katolik Roma wilayah Keuskupan di Larantuka, dan Uskup Agung di Ende. Mgr Gabriel Manek SVD adalah uskup kedua pribumi setelah Mgr, Albertus Soegijapranata SJ.
Baca juga: Mengenal Mgr. Antonius Subianto Bunjamin
Ketekunan dan iman Spirtualitas Mgr Gabriel Manek, SVD kepada Santa Maria, Reinha Rosari menghasilkan citra pada Kota Lanantuka ibu kota Flores Timur sebagai kota Ratu Rosaria atau Santa Maria, sekaligus mengajarkan dalam praktik kehidupan dan kekuatannya ada pada Doa pada Tuhan Khususnya Rosario symbol keindahan cinta Tuhan pada metafora alam Selat Larantuka pulau Folres dengan Adonara;
Berikut ini saya kutib beberapa Spiritualitas Mgr Gabriel Manek SVD sebagai berikut:
Tanpa kecualai bahwa sikap Mental manusia ideal adalah sifat watak mental Tekun, tabah, serius, displin, menyukai memberikan perhatian atau respek pada manusia terutama meskin dan menderita, lembut hati, dan suka menolong itulah kunci manusia menjadi Tuan Besar dan pelayan masyarakat;
Baca juga: Masa Depan Gereja Katolik Papua Selatan setelah Pembebasan Tugas Mgr. Nicholaus Adi Seputra MSC
'Da mihi virtutem" bahwa segala kesulitan dalam hidup akan muncul pada kondisi apapun untuk mencapai tujuan tetapi percayalah bahwa apapun jika usaha/karya tersebut adalah berasal dari Gusti Allah maka usaha/karya itu akan tetap ada dan bertahan, tetapi jika hanya berasal dari keinginan manusia maka semua usaha/karya pasti akan gagal dan runtuh;
Perjalanan hidup manusia sama dengan praktik doa, dan iman. Artinya Mgr Gabriel Manek SVD mampu mengatasi jarak antara tahu dan melakukan, banyak manusia tahu ajaran agama tetapi tidak melakukannya, dan Manek adalah sosok manusia yang dipanggil untuk memahami agama, dan mempraktikkanya dengan cara yang bertanggungjawab;
Sikap mental seorang pemimpin adalah sikap mental jujur berani dan tidak pengecut, kemudian menyatukan partisipasi pada semua unsur dalam struktur saling menguatkan, dan keutamaan kesetaraan manusia hanya diperoleh melalui pendidikan menjadikan manusia tahu tugas dan tanggungjawab diri masing-maning.