Lihat ke Halaman Asli

Auliyatul Fatkhiyah

auliyatul fatkhiyah

Peduli Limbah Organik Desa Margosari, KKN UPGRIS Kelompok 57 Mensosialisasikan Pemanfaatannya

Diperbarui: 1 Maret 2022   21:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Penanganan limbah masih menjadi persoalan yang harus segera teratasi. Seperti halnya di Desa Margosari sudah terdapat upaya pengelolaan limbah rumah tangga, hanya saja langsung dirapikan oleh petugas kebersihan untuk dibuang di TPA.

Ibu Mahmudah (Kepala Desa Margosari) menyampaikan "ingin rasanya ada pengelolaan limbah di Desa Margosari yang lebih baik, di sini baru bisa merapikan sampah belum sampai pemilahan" tuturnya dalam kegiatan wawancara kondisi potensi desa.

Menanggapi hal itu, setelah penerjunan mahasiswa KKN kelompok 57 di Desa Margosari telah merancang program kerja bidang lingkungan untuk memberikan solusi atas persoalan pengelolaan limbah tersebut. Limbah organik yang dilihat perlu penanganan segera, di antaranya yaitu tongkol jagung atau batang buah jagung yang sudah dipisahkan merupakan limbah yang dihasilkan tiap kali panen, kotoran sapi merupakan limbah yang banyak terserak di tempat peternakan, pemilahan sampah organik dan non-organik, limbah rumah tangga terutama kulit buah. Berikut merupakan beberapa limbah organik yang ditinjau bisa diolah dan dimanfaatkan kembali (recycle).

Setelah melakukan riset dan uji coba selama kurang lebih tiga minggu, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang kelompok 57 pada Selasa, 22 Februari 2022 mendapatkan izin dari Pemerintah Desa (Pemdes)  Margosari, Kec. Patebon, Kab. Kendal untuk menyelenggarakan sosialisasi bertajuk "Pemanfaatan Limbah Organik yang Terdapat di Desa Margosari".

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Margosari, tokoh masyarakat, pegiat pertanian dan peternakan, kader PKK, dan segenap tamu undangan lainnya. Acara dimulai sekitar pukul 19.30  WIB dengan garis besar hal yang disosialisasikan yaitu

  1. Pemanfaatan kotoran sapi untuk dapat dimanfaatkan menjadi pupuk POC yang dapat digunakan dalam pertanian sebagai penyubur tanaman
  2. Pemilahan limbah rumah tangga berdasarkan organik dan non-organik. Limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan limbah non-organik seperti kaleng dan botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi handycraft.
  3. Pemanfaatan limbah tongkol jagung dapat dimanfaatkan untuk dijadikan alternatif pakan ternak melalui proses fermentASI
  4. Pemanfaatan limbah rumah tangga berupa kulit buah dijadikan eco-enzym sebagai larutan yang dapat dipergunakan untuk bahan pembersih.

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh salah satu mahasiswa penanggung jawab program kerja bidang lingkungan secara mendetail mulai dari alat dan bahan, cara membersihkan limbah yang digunakan, cara pembuatan, manfaat, maupun cara penggunaan dan penyimpanan, sampai dengan memperlihatkan hasil uji coba/sampel dari hasil pengolahan limbah tersebut. Para hadirin mengikuti serangkaian kegiatan sosialisasi dengan sangat antusias dan interaktif. Harapan dari sosialisasi pemanfaatan limbah ini yaitu paling utama lingkungan desa Margosari bersih dari limbah sampah, dan kedepannya masyarakat dapat praktik mengelola dan memilah limbah yang ada di Desa Margosari dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara keberlanjutan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline