Lihat ke Halaman Asli

Audrey Anaqi Noor

Jakarta, 27 Juni 2003

Dampak Teknologi Pendidikan di Indonesia

Diperbarui: 30 Juli 2021   14:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Audrey Anaqi Noor

Program Studi Ekowisata, Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor

       Program Bantuan Operasional Sekolah adalah skema hibah pendidikan yang didirikan pada tahun 2005 untuk menawarkan dukungan keuangan tambahan kepada berbagai sekolah, baik dari sekolah dasar hingga menengah pertama dengan tingkat pendanaan yang ditentukan oleh ukuran populasi siswa mereka. Bahkan sebelum tahun 2002 pendaftar sekolah dasar sangat tinggi, pada tahun 2018 lebih dari 29 juta anak terdaftar dalam dalam sistem pendidikan dasar Indonesia. Sama hal nya dengan pendaftar sekolah menengah pertama pada tahun 2002 ada 15 juta anak yang mendaftar sekolah menengah pertama (SMP) dan di tahun 2018 sekitar 25 juta anak yang mendaftar SMP. Namun peningkatan positif ini belum menjadi pencapaian tertinggi, sehingga presiden menyerukan konfigurasi ulang sistem pendidikan Indonesia.

  • Dinamika Pergeseran

Pada awal periode kedua Presiden Jokowi menunjukkan niatnya untuk mengubah dinamika sistem pendidikan Indonesia, pengumuman kabinet periode kedua presiden yang dirubah dengan sejumlah pengusaha yang berorientasi teknologi ditunjuk sebagai pimpinan berbagai kementerian. Nadiem Makarim, menteri pendidikan dan kebudayaan yang beru, adalah pendiri dan mantan CEO Gojek, start-up Indonesia pertama yang menacapai status unicorn, ketikan mencapai valuasi USD 1 Miliar pada Agustus 2016. Salah satu tantangan terbesar Makarim adalah mengganti birokrasi kompleks yang terpatri dalam kerangka sekolah dan pendidikan tinggi Indonesia dengan pendekatan pengajaran, pembelajaran, dan penelitian yang progresif dan berpusat pada siswa yang akan memungkinkan negara untuk sepenuhnya memanfaatkan keuntungannya.

Pada Desember 2019, Nadiem Makarim mengumumkan paket reformasinyaFreedom to Learn yang berisi empat perubahan mendasar pada kebijakan pendidikan Indonesia. Dua di antaranya melibatkan pembentukan kembali prosedur ujian dan penilaian sekolah, sementara dua lainnya menetapkan pengurangan tugas administrasi guru dan perubahan kerangka zonasi dan penerimaan sekolah saat ini. Sehubungan dengan yang terakhir, proporsi tempat yang disediakan untuk murid yang tinggal di dalam area tangkapan sekolah diturunkan dari 80% menjadi 50%, sementara proporsi yang disediakan untuk pencapaian akademik tinggi digandakan menjadi 30%.

  • Edtech

Dalam rangka memodernisasi pendidikan Indonesia dan lembaga konstituennya. Pendapatan edtech global untuk 2018 diperkirakan 14.4 Miliar. Angka itu diprediksi akan naik menjadi lebih dari 34 Miliar  pada tahun 2024. Pada tahun 2014 dua pengusaha Indonesia yaitu Adamas Belva dan Iman Usman meluncurkan platform edtech yang dinamakan Ruangguru. Ruangguru merupakan sebuah platform edtech yang menyediakan program pembelajaran interaktif yang dipersonalisasi dan dukungan persiapan pemeriksaan. Platform ini mendapatkan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2015, yang diharapkan oleh pasangan ini adalah pendidikan yang berkualitas tinggi di Indonesia. Sebagai hasil dari keberhasilannya, perusahaan mendapatkan 150 Juta dalam pendanaan tambahan pada bulan Desember tahun 2015.

Baru-baru ini, Ruangguru membantu mengisi kesenjangan pendidikan yang diciptakan oleh pandemi global Covid-19 yang menyebabkan ujian nasional dibatalkan untuk lebih dari 8 Juta siswa sekolah menengah pada paruh pertama 2020. Pada bulan Maret, perusahaan meluncurkan Program Sekolah Online Ruangguru yang memungkinkan pengguna dari semua nilai untuk berlangganan secara gratis dan berpartisipasi dalam kelas virtual yang disampaikan oleh guru master platform setiap hari kerja dari pukul 08.00 sampai 12.00. Berkat kemitraan yang melanda kecerdasan.

Ruangguru dan perusahaan edtech Indonesia lainnya seperti Zenius dan Quipper menjadi tuan rumah bagi lebih dari 1 Juta siswa dalam dua bulan pertama social distancing terkait Covid-19. Ke depan, potensi disruptif teknologi dapat memandu masa depan pendidikan Indonesia. Investasi lebih lanjut pada inovator muda tidak hanya akan membantu mengembangkan kolam bakat bangsa tetapi juga dapat meyakinkan orang dewasa muda yang paling cemerlang untuk tetap berada di negara ini untuk mengejar ambisi profesional mereka.

  • Pandangan Penulis

Masih harus dilihat apakah posisi pemerintah yang tampaknya menguntungkan mengenai partisipasi asing dalam pendidikan Indonesia akan diterjemahkan menjadi tindakan yang lebih bermakna yang dapat menarik investasi. Pasar yang begitu luas dan belum dimanfaatkan kemungkinan akan terbukti menarik bagi investor yang disajikan dengan kerangka legislatif yang menarik. Pembiayaan besar akan diperlukan untuk melatih guru dan mempromosikan pengajaran sebagai profesi yang layak di seluruh negeri, terutama di wilayah yang terlayani, dan pada akhirnya memajukan sumber daya manusia negara untuk memenuhi tuntutan tempat kerja yang terus berkembang. Kemitraan strategis yang bertujuan untuk menciptakan profesional dan tradespeople yang lebih terampil harus terbukti berbuah, tetapi waktu akan memberi tahu apakah upaya selektif seperti itu cukup. Yang mengatakan, perubahan positif sedang terjadi, dan baik Presiden Jokowi dan Makarim telah menunjukkan bahwa mereka siap untuk menantang status quo dalam mengejar Indonesia yang bersemangat dan progresif yang didorong oleh tenaga kerja yang dinamis.

 

 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline