Lihat ke Halaman Asli

Korupsi, Kejahatan Luar Biasa Yang Nikmat

Diperbarui: 18 Juni 2015   01:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejatinya, melakukan kejahatan pastilah tidak nikmat. Namanya saja ke-jahat-an, apa yang nikmat di sana. Kecuali kalau pelakunya mengalami gangguan kejiwaan. Namun pemikiran ini hanya untuk orang tertentu yang tak cukup memiliki keberanian untuk melakukannya. Tetapi tidak bagi para pelakunya. Bagi para pelaku kejahatan luar biasa ini, pemikiran tersebut tak lagi relevan kini. Banyak orang gemar melakukannya. Andaikata tidak nikmat, tentu tidak banyak orang mau melakukannya. Apalagi kalau ternyata kejahatan itu menjanjikan kenikmatan. Meski hanya untuk sesaat. Mengapa demikian? Sebab kenikmatan yang dijanjikan kejahatan luar biasa ini juga diinginkan oleh orang-orang yang tak melakukannya, mungkin. Nah, apa saja kenikmatan itu? Tentu saja kenikmatan financial, tepatnya mempunyai kekuatan keuangan dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Siapa yang tak mau? Di saat banyak orang bekerja keras selama bertahun-tahun, si pelaku kejahatan luar biasa ini cukup menggoyang-goyangkan kakinya dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk mendapatkan sejumlah uang yang bahkan mungkin tak mampu dikumpulkan oleh orang lain yang bekerja dalam waktu yang relatif lama. Dengan memanfaatkan posisinya, si pelaku kejahatan luar biasa ini cukup memberi ultimatum kepada setiap orang yang hendak bermitra dengannya untuk menyiapkan apa yang diinginkannya. Jika menolak, jangan harap keinginan dapat terwujud. Ia tak akan memberikan kesempatan meski yang memintanya berada pada jalur yang benar. Dan extra ordinary crime itu memerlukan penanganan yang luar biasa pula. Tindak hanya meyangkut caranya tetapi terutama perangkatnya haruslah orang yang luar biasa. Sebab hanya orang yang luar biasa yang dapat bertindak luar biasa.

Hmmmm...kalau dulu, pelaku kejahatan luar biasa ternyata mengidap kelainan jiwa, apakah para koruptor juga mengalami gangguan kejiwaan?




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline