Lihat ke Halaman Asli

Chelsy Natalia

Berangkat dari kesukaan hingga mulai mencintai dunia pertanian 🌱

Substitusi Bahan Baku Mie dengan Kacang Dieng (Vicia Faba L.)

Diperbarui: 30 November 2019   22:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber : https://databoks.katadata.co.id

Apakah kalian merasa bahwa konsumsi mie instan saat ini semakin meningkat? Misalnya saja ketika kita disibukkan dengan kegiatan tertentu sehingga membutuhkan makanan cepat saji tentunya mie instan menjadi pilihan utama bagi kita untuk mengisi perut.

Selain itu, bagi kalangan mahasiswa atau anak kost mie instan menjadi 'sahabat sejati' atau bisa dibilang makanan pokok karena harganya yang murah, mudah didapatkan, dan disuguhkan dengan berbagai pilihan rasa yang nikmat.

Kita ketahui bahwa mie terbuat dari tepung terigu dengan gandum sebagai bahan baku utamanya. Tanaman gandum tropis belum diproduksi di tanah air kita dalam skala industri sehingga 100 persen gandum sebagai bahan baku olahan makanan diimpor dari luar negeri.

Berdasarkan databoks impor biji gandum dan meslin pada tahun 2018 sebesar 9,2 juta ton ini merupakan yang impor tertinggi di antara komoditas pangan lainnya. Selain itu, kita juga masih mengimpor tepung terigu sebanyak 57,7 ribu ton. Oleh sebab itu, meningkatnya kebutuhan akan produk berbahan baku gandum akan secara langsung meningkatkan jumlah impor gandum.

Lantas bagaimana cara kita untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap impor gandum? Pada beberapa peneliti telah mengembangkan dan memanfaatkan potensi tanaman kacang-kacangan sebagai bahan substitusi dengan tepung terigu dalam pembuatan mie.

Sriyanto dan Mulono Apriyanto, Alumni dan Dosen Teknologi Pangan FAPERTA UNISI meneliti tentang Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Kacang Hijau dalam Pengolahan Mie Kering. Hasilnya kadar protein pada mie terbaik pada perbandingan 50% tepung terigu dan 50% tepung kacang hijau (Vigna radiata L.).

Kadar protein merupakan salah satu penentu kualitas mie karena adanya interaksi protein terigu dengan air pada pembuatan mie  akan menghasilkan matriks gluten yang menentukan tingkat fleksibilitas mie.

Rizki Nurmalya Kardina dan Andhini Eka, dari Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya meneliti tentang Uji Daya Terima, Karakteristik Fisik, dan Mutu Gizi Mie Basah dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.).

Hasilnya penambahan tepung kacang merah 50% menunjukkan kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan sifat kekenyalan mie basah terbaik. Semua kandungan pada mie yang dihasilkan dibandingkan dengan syarat SNI mie basah dan teruji masih sesuai.

Berdasarkan dua contoh penelitian tersebut, dapat dilihat bahwa substitusi tepung terigu dengan tepung kacang dapat menurunkan setengah dari kebutuhan tepung terigu dalam pembuatan produk mie. Dengan begitu jumlah impor gandum ataupun tepung terigu ke Indonesia dapat dikurangi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline