Lihat ke Halaman Asli

Arman Syarif

Pencinta kopi dan sunyi

Puisi | Orang-orang yang Tuna Peradaban

Diperbarui: 26 Agustus 2019   09:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: satujam.com

Mereka pikir kita dungu
Yang buta sejarah peradaban
Tak bisa membaca penanda
Tak paham suara, warna, dan simbol

Ha...ha...ha...
Kau sedang melabur langit
Memberi warna suram
Memajang kembali wajah muram zaman usang
Di etalase murahan

Hi...hi...hi...
Berbaju kekinian
Tapi mendendangkan lagu lawas
Berlirik abad kegelapan
Tuk paparkan watakmu yang kuno: memenggal leher peradaban adiluhung

He...he...he...
Kau bakar ribuan markah ingatan
Menghapus jejak aksara leluhur
Lalu membentangkan tirani abad baru

Kau babarkan tubuh keindahan
Di taman-taman kamuflase
Tapi kau sembunyikan wajah keadilan
Yang hampir sakratul maut

Zaman sudah melaju kencang
Kesadaran kian bertunas
Para jelata mulai berubah
Tinggalkan alam pemikiran asing

Kalian masih angkuh tertanam
Di lorong-lorong abad kegelapan
Setia merawat lupa
Puah...

(Catatan langit, 26/08/2019)




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline