Penantian panjang akhirnya berhenti di meja anggota dewan RI. Setelah DPR menyetujui Bersama Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Badratin Haiti menjadi Pucuk Pimpinan POLRI Baru. Berita penyetujuan itu dituangkan dalam rapat paripurna yang digelar Kamis kemarin. Agenda besar rapat paripurna mendengarkan laporan Komisi III DPR yang diwakili Ketua Komis III Aziz Samsuddin tentang uji kelayakan dan kepatutan dari Komjen Badrotun Haiti, sekaligus menggantikan Calon Kapolri sebelumnya Budi Gunawan, yang telah melalui beberapa proses hukum atas dugaan Tindak Pidana Korupsi, yang berakhir di meja praperadilan yang mengatakan bahwa Ia tidak terlibat tindak pidana korupsi tersebut.
Tidak ada riak-riak dan kehebohan yang berarti dalam pengambilan keputusan Komjen Badrotin Haiti menjadi Kapolri terpilih. Semua anggota DPR yang hadir sebanyak hampir 300 orang secara serentak memberikan hak suara penuh kepada Komjen Badratin Haiti sebagai Kapolri.
Suasana meneganggkan tidak terlihat pada rapat paripurna kemarin, seperti kebiasaan rapat paripurna sebelumnya. Tidak ada cek cok, adu argument, adu urat syaraf, adu tinju atau adu domba. Seakan rapat paripurna telah di disetting sedemikian rapi, Ada kejanggalan, seperti tak biasanya terjadi.
Namun, hasil rapat paripurna kemarin masih menyimpan harapan besar. Kapolri terpilih menanti restu Jokowi. Restu jokowi begitu diharapkan, publik berharap mudah-mudahan restu itu segera datang dan tidak bentrok dengan restu-restu pihak lain. DPR berharap pada presiden agar melantik Komjen Badratin Haiti, sebelum agenda Konferensi Asia Afrika. Akankah harapan itu terwujud, ataukah masih butuh waktu yang lama dan prosedur yang sulit untuk melantuk Komjen Badratin Haiti menjadi Kapolri definitif.
Berharap pada Restu Jokowi, mengapa tidak Komjen Badratin Haiti sempat tidak menjadi prioritas oleh Jokowi pada penentuan Bakal calon Kapolri bulan-bulan kemarin. Jokowi lantas menytujui Komjen Budi Gunawan. Akan tetapi hari ini keputusannya berkata lain. Komjen BG terhenti dan digantikan Komjen BH. Inilah politik, politik tak bisa ditebak. Politik dapat mengesampingkan rasionalitas, realitas dan religiusitas.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H