Lihat ke Halaman Asli

Sketsa Alam di Kawasan Mandeh Yang Memukau

Diperbarui: 25 Juni 2015   03:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sketsa Alam di Kawasan Mandeh Yang Memukau

Oleh : Harini Rahmi

Menjelajahi alam di pelosok nusantara bahkan hingga ke luar negeri tak membuat saya serta merta terpuaskan dan takjub tak terkira. Negeri lain bisa jadi lebih maju, lebih modern, dan lebih terkenal, namun semuanya itu tak lantas membuat alam Minangkabau kehilangan pesonanya. Alam Minangkabau seperti sebuah harta karun yang tersembunyi dan belum dijamah oleh orang banyak. Keindahan alam Minang kabau membuatku berpikir bahwa Tuhan sedang tersenyum kala menciptakan nagari nan elok ini.

Salah satu pesona alam Minangkabau yang belum banyak tersiar adalah daerah wisata kawasan Mandeh. Daerah ini konon kabarnya memiliki panorama alam nan memukau serta taman bawah laut yang luar biasa bahkan menyerupai Bunaken. Daerah ini terletak 56 km dari kota Padang. Mendengar kabar mengenai keelokan  destinasi wisata ini membuat saya tak sabar untuk menginjakkan kaki di tanahnya.

Bersama keluarga tercinta akhirnya saya berangkat menuju kawasan Mandeh beberapa waktu lalu. Di sepanjang perjalanan mata kami dimanjakan dengan nuansa hijau dedaunan dan birunya lautan yang mendamaikan. Beberapa kapal dan perahu tampak melukis sketsa indah seperti tampak pada gambar di atas. Perlahan tapi pasti akhirnya kami sampai di kawasan Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XII Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat.

Indahnya alam langsung membuatku tak berkedip. Pemandangan pertama yang membuatku memukau adalah seperti yang tampak pada foto di atas. Saya seperti berada di dunia khayangan dan disuguhi sebuah lukisan buah karya maestro nan professinal. Damai, demikianlah yang saya rasakan saat melihat alam nan terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

Beberapa pulau besar dan kecil seperti pulau Traju, Pulau Sironjong, Pulau Pagang, Pulau Bintangor dan Pulau Cubadak tampak seperti hutan rimba nan hijau di tengah lautan.  Rindangnya dedaunan yang asyik menari di dahan-dahan pohon menghembuskan oksigen yang tak saja membuat kami berkesempatan menghirup oksigen yang menyegarkan tetapi juga membelai mesra kulit kami hingga sengatan matahari tak lagi begitu kentara menyengatnya.

Masih dari kawasan Mandeh, saya melayangkan pandangan ke arah lainnya. Wow, saya melihat  sebuah perkampungan yang tampak terapung di lautan. Mereka berada di antara hijaunya perbukitan dan birunya lautan. Sebuah paduan warna yang sangat memukau tentunya. Kampung ini bernama "Kampung Mandeh". Inilah nama yang menjadi insprirasi pemberian nama daerah wisata ini menjadi "Kawasan Wisata Mandeh".  Jadi kawasan Mandeh bukan berarti Kawasan Ibu [Mandeh adalah bahasa lokal Minangkabau yang berarti 'ibu'].

Di daerah ini terdapat sentara pembibitan ikan dan juga menjadi tempat para nelayan melabuhkan perahu maupun kapal motornya guna menangkap ikan. Jika malam menjelang, perahu dan kapal motor tersebut akan bertolak ke tengah lautan. Untuk menarik perhatian ikan-ikan maka bagan [kapal motor nelayan yang dilengkapi dengan banyak lampu neon] mulai menyalakan lampu yang mengelilingi kapalnya bak kunang-kunang raksasa. Ikan-ikan segera berdatangan mendekat sehingga lebih mudah untuk ditangkap.

Kawasan Mandeh memang belum begitu populer di Indonesia, bahkan di Sumatera Barat sekalipun. Namun bagi mereka yang telah berkunjung ke sini sepertinya tak mampu punya alasan untuk tidak sepakat bahwa daerah ini sungguh eksotis. Tak berlebihan kiranya jika daerah ini diberikan julukan sebagai "The Paradise in the south" [Surga di selatan --> Sumataera Barat].

Meski sudah menginjakkan kaki di sini namun sayang waktu itu saya belum sempat melonggok ke dalam lautnya guna menyaksikan panorama alam bawah laut yang konon kabarnya sangat luar biasa. Semoga di lain waktu saya mendapat kesempatan untuk itu, aamiin.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline