Lihat ke Halaman Asli

Jalur Waspada Kepala Desa

Diperbarui: 9 Oktober 2024   21:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Benarkah memakai jalur kepala desa, pasti akan mengangkat suara calon?

Belum tentu.

Setiap warga peduli terhadap pilihan mereka, belum tentu patuh begitu saja terhadap apa kata kepala desa mereka.

Suara warga tidak sepenuhnya dalam kendali kepala desa.

Banyak kelompok yang tidak mudah dikendalikan piliihannya oleh kepala desa.

Ada orang-orang yang kalah di pilkades dan masih dendam sampai sekarang.

Ada kelompok yang  dulu mendukung kepala desa sekarang, lalu kecewa dan keluar dari barisan.

Ada orang-orang yang partainya berseberangan dengan caleg yang didukung kepala desa.

Ada yang tahu sisi buruk kepala desa, diam-diam tidak mendukung apa kata kepala desa. Mereka tahu korupsi terjadi di desa, mereka tahu pola-pola korupsi yang dipakai kepala desa.

Ada orang-orang yang setia terhadap mantan kepala desa dan menuruti apa kata mereka.

Ada kelompok warga cerdas yang tidak bisa diatur dengan bujukan klasik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline