Lihat ke Halaman Asli

Ari Budiyanti

TERVERIFIKASI

Lehrerin

K-Rewards April dan Pengalaman Seru 15 Hari Pertama Mengikuti Event Samber THR 2020

Diperbarui: 12 Mei 2020   13:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri. Sumber foto samber thr dari instagram Kompasiana

K-Rewards bulan April 2020 akhirnya muncul juga pengumumannya di akun Kompasiana saya. Seru, saya dapat lagi. Totalnya juga lebih besar daripada bulan Maret lalu. Total view saya berarti melonjak ya. Maret lalu saya dapat K-Rewards sekitar 56 ribuan dengan view sekitar 3.8 k. 

Bulan April ini saya dapat K-Rewards sekitar 91 ribuan dengan view menjadi 6,1 k. Senang dong. Memang tidak seberapa jika dibandingkan teman-teman Kompasianer lain yang dapat ratusan ribu hingga jutaan. Tapi tidak mengapa, rejeki masing-masing kita berbeda kan? Disyukuri selalu K-Rewards yang diterima. 

Dokpri

Peningkatan view artikel saya bisa jadi karena saya keikutan serta saya pada event di Kompasiana, Samber THR 2020.

Memasuki tahun kedua saya bergabung di Kompasiana saya memutuskan ikut lagi event Samber THR. Pertama ikut event ini tahun lalu, 2019. Teman-teman terdekat saya menyemangati saya. Tahun lalu saya sangat ragu untuk iukt event ini. Namun dorongan semangat dalam kata-kata baik membuat saya bisa menyelesaikan tantangan demi tantangan menulis selama 33 hari. Saya ingat ada 33 artikel yang harus ditulis.

Dokpri


Saya dapat apa ya tahun lalu? Tidak ada hadiah khusus dari Kompasiana. Semua seri Mistery Topic yang saya ikuti pun tidak bisa saya menangkan. Putus asakah? Sedihkah? Sedikit rasa sedih ada di hati. Namun sukacita yang saya rasakan jauh lebih besar. Jika saya bilang tidak dapat apa-apa dari Kompasiana dalam artian hadiah event atau kenang-kenangan khusus berupa benda atau uang.

Namun, jelas saja banyak hal baru yang saya dapatkan dari event Samber THR 2019. Bagaimana tidak? Saya berhasil memenuhi tantangan 33 hari menulis non stop di Kompasiana. Saya berhasil menulis 33 artikel dengan tema yang berbeda. Tema yang sudah ditentukan oleh Kompasiana. Buat saya pribadi ini suatu pencapaian luar biasa. Saya seorang penulis artikel yang mengikuti sekedar kata hati saja. Hal-hal yang saya tulis hanya apa yang muncul di hati.

Itu sekilas saja ya pengalaman tahun lalu, pertama kalinya mengikuti event Samber THR di Kompasiana. Tanpa saya sadari saya merindukan masa-masa ini. Saat saling mengunjungi artikel sesama peserta event. Rindu menulis tiap hari dengan tema yang sudah ditentukan. Tema-tema yang mau tidak mau mebuat saya harus banyak baca informasi baru. Mencari sumber terpercaya sebagai bekal menulis artikel-artikel tersebut.

Tahun 2020 ini, event Samber THR hadir lagi di suasana pandemic covid-19. Ada separuh hati semangat antara mau ikut atau tidak ikut event ini. Satu tahu lebih yang telah berlalu membuat saya mengenal banyak kompasianer. Bahkan saya tergabung dalam satu group Kompasianer Penulis Berbalas. Di sinilah saya mendapat dukungan semangat untuk juga ikut event Samber THR. Saya pun ikut event tahunan Kompasiana ini. Saya sudah berhasil menyelesaikan 15 tantangan menulis sampai 15 hari pertama.

Sumber foto: WA group KPB

Ada 3 tulisan saya yang tidak dilabel pilihan editor oleh admin Kompasiana. 12 tulisan lainnya dapat label biru alias pilihan editor. Seru juga ya. Tulisan pertama saya berjudul Mari Tebarkan Kebaikan. Rangkaian Bunga Bunga Liar di Tepi Jalan untuk Penghuni Semesta. Ini tidak mendapat label pilihan editor, sempet sedih sih. Bahkan saya lihat view hanya sedikit, tidak sampai 40, dan hanya di vote 13 kompasianer. Ragu membimbang, antara ingin tulis tema haroi kedua atau berhenti.

Ternyata mendapat label biru atau tidak, kadang bisa mempengaruhi mood menulis ya. Tidak bisa saya pungkiri. Kenyataannya saya selalu mengecek apakah tulisan saya dapat label pilihan atau tidak dari editor Kompasiana. Biasanya jika tulisan saya lewat begitu saja tanpa label biru yang ditunggu, saya akan menumpuk tulisan saya dengan tulisan baru sampai dapat label biru. Jadi, apakah saya termasuk si pemburu label biru pada tulisan? Bisa jadi. Hanya saja saya selalu bisa cepat move on dari kenyataan tulisan yang tidak dilabel biru itu.

Hari kedua saya tetap lanjut menuliskan artikel sesuai tema, dan kali ini bisa mendapat label biru, pilihan editor. Saya merasa ada tambahan semangat. Artikel kedua saya ini juga mendapat view di atas 50, divote oleh 18 Kompasianer. Terimakasih ya Kompasiana dan teman-teman. Judul artikel kedua saya adalah Konsumsi Buah secara Rutin untuk Menjaga Stamina Saat Berpuasa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline