29/08/2024 Pada panen tembakau pertengahan hingga akhir tahun 2024 ini harga jual tembakau khas Kaponan atau tembakau jenis Jowo naik derastis dari tahun sebelumnya. Tepatnya pada tahun 2023, harga tembakau terbilang sangatlah rendah hingga petani merugi besar-besaran. Untuk kualitas tertingginya hanya bisa mencapai Rp.150.000 per packnya, harga yang tidak sebanding akan perawatan serta tenaga yang dikeluarkan.
Sedangkan pada tahun ini, tembakau dengan kualitas paling rendah saja dihargai Rp.150.000 ribu oleh para pengepul. Dengan harga tembakau kualitas tinggi mencapai Rp.300.000 ribu per pack berisi 10 tampang, petani mengaku balik modal. "Untung banyak mbak tahun ini. Rp.300.000 itu masih harga pasaran pengepul mbak belum harga pabrik. Pengepul kalo jualnya ke pabrik ya bisa Rp.400.000-Rp.500.000 an," ucap Maryatun petani tembakau Desa Kaponan.
Harga jual yang tinggi ini muncul akibat banyak petani yang gagal panen hingga menyebabkan stock tembakau yang sedikit. Gagal panen terjadi akibat tembakau terserang hama, cara perawatan yang kurang tepat hingga cuaca yang ekstrem selama masa tanam tepatnya pada pertengahan akhir tahun 2023. Selain itu, harga yang mahal sebanding akan proses pengolahan tembakau siap konsumsi yang membutuhkan waktu setidaknya 1 minggu lebih setelah dipetik.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H