Lihat ke Halaman Asli

Annisa Dinda Alviani

Mahasiswi Hubungan Internasional, UNMUL

Ibu Kota Negara Berpindah: Memahami Dampak pada Ekonomi Menurut Dr. Mohamad Ikhram

Diperbarui: 14 Juni 2024   23:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Desain Istana Kepresidenan di IKN dan Ikoniknya Garuda (ft.ikn.go.id)

SAMARINDA - Saat ini negara indonesia sedang mengalami transformasi ibu kota yang semula di Jakarta berpindah pada daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Adanya ketidakseimbangan pada ekonomi, pemindahan IKN menjadi hal penting untuk menyeimbangkan distribusi ekonomi serta banyaknya populasi di daerah Jawa.

Asal mula pemindahan IKN ini ternyata telah dimulai sejak era Presiden Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957, saat itu presiden melihat kota Palangkaraya menjadi lokasi yang berpotensi. Dengan adanya ide baru mengenai IKN, Presiden juga mengsusulkan bahwa IKN menjadi Ibu Kota yang modern, tetapi ide ini berakhir dengan wancana, dan Presiden pun mengusungkan bahwa Jakarta menjadi Ibu Kota Negara Indonesia pada tanggal 22 Juni 1964.

Dan baru pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo mengusulkan IKN baru menjadi solusi untuk pembangunan negara, populasi negara, serta ekonomi negara. Pemindahan ini memberi dampak yang banyak pada Indonesia, ada pun dampak positif dari pemindahan IKN seperti, menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan dan indikasi ketimpangan di prediksi akan menyempit!

Pada pekan lalu, saya mengikuti kelas Internasional dengan Dosen Hubungan Internasional di Universitas Malaysia yaitu Dr. Mohammad Ikhram bin Mohammad Ridzuan, beliau setuju dengan adanya pelaksanaan pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur karena bisa menjadi banyak hal yang positif untuk masyarakat negara maupun luar negara, seperti adanya penunjang baru investator yang bisa membuat tidak adanya penyimpangan ekonomi, serta menjadi kota yang lebih baru dan maju. Namun, perpindahan tersebut juga dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap Sabah, termasuk peningkatan potensi berbahaya, seperti perdagangan gelap, dan banyak nya resiko kegiatan illegal. 

Nah, pemindahan ibu kota ini juga berdampak pada sektor ekonomi negara. Menurut saya sendiri berdasarkan pada ruang lingkup prespektif Dr.Ikhram pada Kelas Internasional pekan lalu. Jika dilihat dari dampak positif, pemindahan IKN ini menjadi peluang untuk membuat lapangan kerja yang baru, meluas serta efisien untuk masyarakat Indonesia yang kompeten, lalu pemindahan ini bisa menjadi peluang baru untuk pembentukan wilayah, infrastruktur serta transportasi yang lebih unggul. Tetapi adapun dampak negatif dari pemindahan IKN yang bisa menyebabkan tambahan inflasi nasional, dan banyak resiko dari peralokasian IKN tersebut.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline