Seperti halnya kemegahan kekaisaran Roma yang tidak dibangun dalam sehari, begitu pula dengan Sulawesi Tenggara. Banyak orang yang bilang, sia-sia jika provinsi ini jadi provinsi penghasil nikel yang besar, namun masih banyak ketimpangan yang dirasakan masyarakat. Hal ini ada benarnya, karena penghasilan dari tambang, sejauh ini hanya dinikmati oleh segelintir orang dari luar Sultra, dan hanya sedikit putra daerah Sultra yang memiliki dan mengelola pertambangan nikel
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketimpangan dalam manfaat ekonomi dari tambang nikel di Sulawesi Tenggara adalah keterbatasan partisipasi loka. Jika putra daerah Sulawesi Tenggara tidak memiliki akses atau kesempatan untuk terlibat dalam industri tambang nikel, baik sebagai pemilik usaha atau pekerja, maka dampak positif dari industri ini mungkin tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.
Untuk mengatasi tantang ini, Andi Sumangerukka melalui relawan ASR juga berkomitmen membantu masyarakat dalam segi penguatan pemuda. Penguatan pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan perkembangan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Salah satu program ASR untuk pemuda adalah Beasiswa ASR (Investasi pendidikan) dapat meningkatkan kemampuan pemuda untuk terlibat dalam berbagai sektor, termasuk industri tambang nikel.
Kesadaran akan pentingnya inklusivitas dalam pembangunan dapat menjadi langkah awal yang signifikan untuk mengatasi ketidaksetaraan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara menyeluruh.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H