Lihat ke Halaman Asli

Anindya Nurul

Mahasiswa Undip

Lawan Varian Baru Covid-19 dengan 5M dan Double Masking

Diperbarui: 8 Agustus 2021   00:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pembagian Masker Medis dan Masker Kain Kepada Warga RW 07 (24/7) 

Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang (24/7),- Sudah satu tahun sejak kasus COVID-19 pertama terjadi di Indonesia. Alih-alih membaik, saat ini justru virus COVID-19 malah bermutasi dan menyebabkan daya penularan yang berkali lipat lebih tinggi. WHO pun sudah mengumumkan bahwa varian-varian baru virus COVID-19 telah menyebar di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Bahkan, 2 bulan terakhir, kasus positif di Indonesia, yang semulanya sudah mulai menurun, melonjak naik hingga membuat rumah sakit kewalahan.

Di satu sisi, pemerintah sudah menganjurkan penerapan protokol kesehatan ketat demi menekan penyebaran virus, yaitu 5M (Memakai masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas), serta penggunaan double masking, yaitu pemakaian 2 lapis masker untuk meningkatkan efektivitasnya. Masker lapis pertama adalah masker medis, lalu ditimpa dengan masker kain. Meskipun begitu, tidak semua masyarakat memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Baik karena tidak tahu, atau memang tidak ingin.

Di RW 07, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pun terjadi hal serupa. Banyak warga yang masih tidak menaati protokol kesehatan, membiarkan kerumunan, menggunakan masker berbahan scuba--yang sebenarnya sangat tidak dianjurkan--, bahkan memakai masker medis secara berulang-ulang. Padahal, di RW 07 sendiri, terdapat cukup banyak kasus positif.

Melihat hal ini, mahasiswa dan mahasiswi dari Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip 2021 tergerak untuk memberikan pemahaman kepada warga RW 07 mengenai pentingnya penerapan 5M dan double masking untuk menekan angka positif virus COVID-19. Pemahaman dilakukan dengan cara sosialisasi secara langsung, tentunya dengan jumlah peserta yang terbatas, tetap menjaga jarak, serta diadakan juga pembagian masker medis dan kain gratis untuk para peserta, sehingga double masking dapat langsung diterapkan.

RW 07, yang terdiri dari 7 RT masing-masing mengirimkan 1 orang perwakilan untuk mengikuti sosialisasi yang diadakan di Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) RW 07 Kelurahan Sambiroto. Warga menanggapi sosialisasi ini dengan cukup antusias. Pada kegiatan ini, dipaparkan materi-materi mengenai 5M dan double masking yang telah dikumpulkan dari sumber-sumber yang kredibel melalui powerpoint. Mahasiswa juga melakukan survey mengenai pengetahuan warga seputar materi yang diberikan, dengan cara pemberian pre-test dan post-test. Peserta juga aktif bertanya. Kegiatan ini diakhiri dengan penempelan poster di pasing-masing poskamling RT 1 hingga RT 7. Baik dari ketua RT dan RW sangat menyetujui ide penempelan poster ini, agar setiap warga yang lewat dapat memperoleh informasi ini.

Sosialisasi Mengenai 5M dan Double Masking di Gedung PAUD RW 07, Kelurahan Sambiroto (24/7) 

Penempelan Poster 5M dan Double Masking di sekitar RW 07, Kelurahan Sambiroto (24/7) 

Penulis : Anindya Nurul Fajrina | DPL : Zaki Ainul Fadli, S.S., M.Hum.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline