Lihat ke Halaman Asli

Anis Contess

TERVERIFIKASI

Penulis, guru

Kak, Ajak Aku Pulang

Diperbarui: 27 Februari 2019   14:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Tinggal satu lagu harus kumenari ikuti alunan musiknya, gemulai dalam pilu menahan sakit tak terperi. Satu sesi tari wajib kuselesaikan. Mata-mata nyalang memelototi tubuhku. Satu persatu memamerkan lembaran merah atau biru. Lelang ini belum diketukkan palu. 

Maka aku harus menari lagi. Mamih memintaku dengan kerdipan. Dua lagi irama lagu harus kugoyangkan badan. Dia  tak mau tahu betapa sakit kaki ini setelah siang tadi terantuk duri. Gegara lari dari kejaran kakak yang sengaja kutemui.

Ingin kutitipkan beberapa lembar padanya untuk ibu yang kudengar kabar sakit badan karena memikirkanku. Lewat lembar itu aku ingin berkabar, anakmu ini tlah mampu berdiri tak perlu susah mencarikan sesuap nasi. 

Kakak memaksaku mengajak pulang. Tak kuhiraukan. Bagiku terpenting ada segepok uang. Matanya merah padam. Katanya tak perlu lembaran ini. Ibu hanya ingin dirimu. Makin keras, lantang, suara diteriakkan. " Ayo Pulang!"

Ketakutan, aku tak mau ikut pulang. Jalan cepat kutinggalkan kakak sendirin. Tak kuhiraukan terik panggilnya. Berlari, lupa sedang memakai sendal hak tinggi. Jatuh, tersungkur, ngilu di kaki. Pun saat dipakai menari.

Sakit sungguh, apa daya dilarang mengeluh. Liukan harus dilakukan demi kobaran sahwat menantang. Sedikit pelan gerakan, mata mamih melotot mau keluar. Makin kuhentak gerakanku, tak kepedulikan sakit menjalar di sekujur tubuh. 

Melayang angan mengingat betapa kakak pasti menggendongku bila terjatuh, membopong bila lunglai tubuh. Ibu, dia akan mengusap sakitku. Meniup ubun-ubun agar lupa pada laraku. 

Musik makin keras, tak kurasakan lagi sakit sekujur badan. Sepertinya aku terbang, ringan. Dalam igauan terkapar kubisikkan. " Kakak Ajak Aku Pulang."

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline