Lihat ke Halaman Asli

andry natawijaya

TERVERIFIKASI

apa yang kutulis tetap tertulis..

Mencegah Terjadinya "Error" pada Pengembangan Aplikasi

Diperbarui: 11 Juni 2018   19:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: channelfutures.com

Rasanya tentu menyebalkan jika pada saat menggunakan suatu aplikasi ternyata aplikasi tersebut mengalami malfungsi atau istilah lainnya error. Terlebih aplikasi tersebut digunakan pada saat benar-benar dibutuhkan.

Error merupakan hal menyebalkan baik bagi pengguna (user) maupun bagi pengembangnya (developer). User pasti akan merasa dirugikan karena kepentingan mereka terganggu akibat error pada aplikasi, sedangkan bagi developer adanya error merupakan hal yang mencerminkan kualitas kerja mereka masih perlu ditingkatkan.

Sistem aplikasi dengan fitur optimal dengan servis serba canggih memang sudah menjadi tuntutan sebagai dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Padahal secanggih apapun sebuah sistem aplikasi tidak akan sempurna seluruhnya, hal tersebut tidak dapat dipungkiri, bahkan oleh perusahaan berbasis teknologi informasi seperti Microsoft, Apple atau IBM.

Aplikasi-aplikasi yang mereka kembangkan dan pasarkan senantiasa melalui serangkaian proses, dan juga terus disempurnakan agar aplikasi tersebut menjadi lebih optimal fungsinya. Namun bagaimana pun hasilnya pasti ada keterbatasan.

Jika kita amati berbagai aplikasi yang beredar biasanya telah mengalami penyesuaian atau up date maupun up grade versi. Tujuannya adalah memperbaiki kekurangan dan meningkatkan fungsi aplikasi itu.

Ilustrasi: barrywise.com

Mungkin saja pada versi sebelumnya ada beberapa fitur dengan banyak keterbatasan, maka untuk meningkatkan fungsinya, keterbatasan tersebut diperbaiki pada versi terbaru.

Agar suatu aplikasi dapat berfungsi dengan baik dengan sedikit mungkin adanya error, memang tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan diperlukan rangkaian proses pengembangan (development) secara tersruktur dan terarah.

Manajemen Proyek

Proses development aplikasi perlu dikerjakan secara komprehensif agar ruang lingkup aplikasi dapat memenuhi kebutuhan user, sehingga proses pengerjaannya sebaiknya dilakukan oleh kelompok kerja atau dalam sebuah manajemen proyek.

Manajemen proyek merupakan kelompok kerja dengan beranggotakan praktisi teknologi informasi, perwakilan dari unit bisnis sebagai pihak dengan kepentingan memasarkan aplikasi dan juga perwakilan user. Tugas dari manajemen proyek adalah membuat blue print aplikasi dengan kesesuaian spesifikasi serta menetapkan target dari setiap tahapan proses. 

Manajemen proyek juga bertanggung jawab agar development aplikasi dilakukan memenuhi persyaratan aplikasi tersebut dapat digunakan dan telah mengakomodasi kebutuhan pengguna.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline