Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang banyak dialami oleh anak-anak usia Sekolah Dasar karena struktur gigi pada masa itu, termasuk dalam jenis gigi bercampur yaitu gigi susu dan permanen yang rentan mengalami karies gigi . Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, 93% anak Indonesia mengalami masalah karies gigi atau yang lebih dikenal dengan istilah gigi berlubang. Permasalahan tersebut pada anak usia SD menjadi penting karena karies pada gigi merupakan indikator keberhasilan upaya pemeliharaan kesehatan gigi anak.
Pada usia sekolah, anak-anak cenderung senang bermain dan mengonsumsi makanan secara sembarangan tanpa memperhatikan kesehatan, sehingga penting untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Meskipun demikian, kita tidak dapat mengabaikan dampak pola makanan sehari-hari terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Makanan seperti jajanan tak sehat, makanan tinggi gula, biskuit, cookies, nasi, dan pasta dapat memicu berbagai masalah gigi dan mulut jika dikonsumsi secara berlebihan, sehingga menjadi perhatian penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Berdasarkan Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa penduduk Indonesia telah menyikat gigi setiap hari dengan nilai presentase sebesar namun hanya 2,8% yang menyikat gigi di waktu yang benar . Penduduk Indonesia usia 10-14 tahun telah melakukan sikat gigi setiap hari 96,5%, namun hanya 2,1% telah menggosok gigi dua kali di waktu yang benar, yaitu pagi hari dan malam sebelum tidur .
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di SD Negeri 16 Nagari Supayang Kabupaten Tanah Datar, peserta pada kegiatan ini yaitu siswa kelas 4, 5, dan 6 untuk tempat yang digunakan yaitu ruang serbaguna. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi terhadap siswa kelas 4,5, dan 6 SD Negeri 16 Supayang dengan tema pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dilakukan pada tanggal 22 Januari 2024 berjalan dengan baik dan lancar. Materi yang diberikan terkait dengan bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga siswa Sekolah Dasar bisa terbebas dari penyakit gigi dan mulut.
Nagari Supayang tempat dilakukan sosialisasi merupakan salah satu nagari yang ada di Kec. Salimpaung, Kab. Tanah Datar yang merupakan mitra kerjasama dengan Universitas Andalas dalam hal pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada kegiatan KKN Tematik tahun 2024.
Sosialisasi ini dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Program Kerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi , pengabdian ini sudah seharusnya dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang masalah-masalah yang dihadapi di lingkungan masyarakat, sehingga peran perguruan tinggi menjadi solusi yang benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat baikberada di dalam lingkungan maupun di luar kampus.
Melihat kondisi siswa kelas 4,5, dan 6 di SD Negeri 16 yang ada di Nagari Supayang maka sangat perlu dilakukan sosialisasi terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut, kebersihan gigi dan mulut yang baik akan membuat gigi dan jaringa sekitarnya sehat, pemeliharaan dan perawatan yang baik akan menjaga gigi dan mulut dari penyakit.
Mulut sebanarnya sudah memiliki sistem pembersihan sendiri yaitu saliva, tetapi dengan makanan seperti sekarang, pembersihan alami ini tidak lagi dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu untuk menjaga agar gigi dan mulut tetap dalam keadaan bersih diperlukan bantuan sikat gigi dan bahan-bahan lainnya.
Oleh Andria Rosa
Mahasiswa KKN T UNAND
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H