*Bangkitnya Industri Kebugaran Sebagai Pemicu Kebugaran Ekonomi Nasional*
Oleh: *Andre Vincent Wenas*
Indonesia sempat menargetkan 20 juta wisman (wisatawan mancanegara) di tahun 2020 ini. Dan terhadap target ambisius ini sudah banyak persiapan yang dilakukan.
Mulai dari persiapan mitigasi kerusakan lingkungan dalam mengakomodasi kedatangan jutaan turis ke berbagai destinasi wisata. Sampai persiapan infrastruktur yang memadai agar kenyamanan wisman tersebut bisa terjamin saat menikmati setiap momen keberadaannya di Indonesia.
Pariwisata jadi tumpuan harapan yang bisa diandalkan untuk menghasilkan devisa negara. Namun tak disangka-sangka prahara Covid-19 menerpa.
Kegiatan ekonomi nasional (bahkan global) mengalami stagnasi dimana-mana. Industri pariwisata pun menjadi industri yang paling terdampak.
Social-distancing (mengambil jarak sosial) memang kontrarian dengan industri pariwisata yang justru sangat intensif dengan social-approach (pendekatan sosial). Industri pariwisata kita pun terpuruk.
Tantangan ada, tapi yang lebih penting adalah kita tidak terus menerus bermuram durja. Persoalannya sekarang adalah bagaimana supaya industri pariwisata ini bisa bangkit kembali?
"Wisata bertema wellness jadi tren baru," begitu ujar Y.K.Pang, Ketua Dewan Pariwisata Hong Kong. Maka Dewan Pariwisata Hong Kong memetakan strategi untuk menggerakkan lagi bisnis pariwisata usai pandemi.
Bahkan Dewan Pariwisata Hong Kong pun menyasar segmen pasar muslim yang dinilainya punya potensi besar bagi pariwisata Hong Kong. Dan itu artinya turis asal Indonesia, negara tetangganya yang populasi muslimnya sangat besar.
Mereka sudah menyusun rencana tiga fase yang dirancang untuk menghidupkan lagi pariwisata Hong Kong.