Lihat ke Halaman Asli

Anan Mujahid

Mahasiswa Kuliah Subuh

Masa Depan Lingkungan : Penuh Teka-teki

Diperbarui: 10 Februari 2024   20:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi tambang, sumber :https://id.pngtree.com

Oleh : Anan mujahid

Lingkungan merupakan komponen penting dalam kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Menjadi suatu keniscayaan, lingkungan yang sehat dan kondusif merupakan dambaan setiap makhluk hidup.

Upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif, perlu diperhatikan pada pengelolaan sumber daya alam. Jika hasil dari sumber daya alam di kelola dengan baik, maka akan berdampak pada lingkungan disekitarnya, begitupun sebaliknya. Dalam filsafat, disebut 'kausalitas' ---segala sesuatu memiliki sebab dan akibat yang saling berkaitan---.

Secara historis, pada konferensi Stockholm yang dilakukan tahun 1972, perserikatan bangsa-bangsa (PBB) membahas tentang upaya penyelamatan lingkungan hidup dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Selain itu, telah disahkan beberapa kesepakatan internasional, yang di ikuti oleh 114 negara, termasuk Indonesia.

Di indonesia terkhususnya, pengelolaan lingkungan hidup telah tertuang dalam pasal 33 UUD NRI 1945, yang berisi ; bumi, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain itu, terdapat ketentuan lain yang mengatur tentang lingkungan hidup, yakni dalam UU no. 32 tahun 2009. Secara garis besar menjelaskan bahwa ; perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dalam mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Tentunya agar bisa bersaing dalam kancah internasional, negara akan melakukan berbagai macam upaya. Salah satunya melalui aktivitas pertambangan.

Berdasarkan laporan dari kementerian energi dan sumber daya mineral (ESDM), pendapatan negara dari pertambangan telah mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir, penghasilan yang didapatkan negara mencapai 155,8 triliun.

(sumber: https://dataindonesia.id.com)

Meskipun penghasilan yang diperoleh negara sangat besar, akan tetapi perlu beberapa hal yang harus menjadi pertimbangkan. Karena, aktivitas pertambangan tentunya memiliki efek jangka panjang bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline