Lihat ke Halaman Asli

Ana Fauzia

Mahasiswi

Menghapus Mendung di Wajah Vera

Diperbarui: 25 November 2021   09:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Vera adalah gadis desa yang selalu penuh semangat dalam hidupnya. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Ia hidup dalam kehangatan dan kesederhanaan. Ia mempunyai tiga orang sahabat, namanya Rani, Tika, dan Rita. Mereka adalah tiga sahabat yang selalu menemaninya, dipertemukan sejak duduk di bangku SMP. Bahkan kini ketika memasuki masa SMA, kebersamaan mereka tidak pernah berubah. Seperti kebanyakan remaja di luar sana, kisah hidup Vera juga tak selamanya berjalan mulus. Namun ya begitulah kehidupan, justru akan menjadi masalah dan tanda tanya apabila dalam hidup tidak pernah ada masalah sama sekali bukan? Dan di tengah persoalan-persoalan yang Vera hadapi, sahabat-sahabatnya senantiasa memberikan dukungan dan semangat.

Hari yang tak pernah terbayangkan oleh Vera justru menghampirinya. Ketika memasuki semester 2, Vera justru dihadapkan dengan masalah kedua orang tuanya. Kehangatan yang tadinya menyelimuti hari-hari Vera berubah menjadi kesunyian, semangat yang tadinya selalu memancar di wajah Vera kian memudar. Banyak tekanan yang ia rasakan, masalah yang ada hanya sekedar dipendam, ia hanya diam saja, bahkan sahabat-sahabatnya juga tidak tahu masalah yang ia alami.

Akibat masalah yang dialaminya, banyak mata pelajaran yang ia lewatkan, tugas telat dikumpulkan, hingga tidak ada semangat untuk melanjutkan sekolahnya. Keesokan harinya ia pun diminta untuk menghadap ruang BK dan diminta menjelaskan masalahnya.

"Tadi kamu dipanggil sama BK ya? Ada apa?" Tanya Rita dengan nada khawatir.

"Nggk ada apa-apa. Cuman persoalan tugas kok, soalnya akhir-akhir ini aku sering terlambat mengumpulkan tugas dari beberapa mata pelajaran." Jelas Vera

"Ada apa memangnya? Tidak biasanya kamu terlambat mengumpulkan tugas." Sambung Tika.

"Iya, soalnya aku tidak paham dengan beberapa meteri yang diajarkan." Jawab Vera.

"Ve, harusnya kamu itu kalau nggak paham, ngomong sama kita. Jangan pusing sendiri, atau kamu kan juga bisa nanya sama guru mata pelajaran yang bersangkutan. Ya sudah, kamu harus lebih fokus lagi ya, ada kita-kita kok." Ujar Rani.

Menjelang pembagian hasil tengah semester, tiba-tiba Vera diminta untuk menghadap ruang BK keesokan harinya, sebab ada tugas yang belum ia selesaikan. Ia tentunya terkejut dan menangis karena merasa tidak kuat menahan masalah yang dihadapinya, terlebih persoalan keluarganya. Vera pun lekas mengabari ibunya bahwa besok dia diminta untuk menghadap ruang BK. Mendengar kabar itu, ibu Vera sontak terkejut sebab Vera memang dikenal sebagai anak yang rajin dan pintar.

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, bintang-bintang seolah-olah sembunyi di balik pekatnya awan. Vera beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri ibunya yang sedang duduk di depan teras.

"Ibu, sudah malam. Ngapain duduk di sini, nanti masuk angin loh, ayok masuk!" Ucap Vera sambil menarik tangan ibunya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline