Lihat ke Halaman Asli

Asah Asih Asuh Anak dalam Islam

Diperbarui: 7 Juli 2024   12:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

         Banyak di zaman sekarang dalam mendidik anak belum sepenuhnya melibatkan konsep 3A yakni asah asih dan asuh. Islam mengajarkan untuk mendidik dan membesarkan anak merupakan kewajiban besar bagi setiap orang tua. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Tahrim ayat 6,  

(٦)يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

 “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Ayat ini menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk memelihara keluarga, termasuk mengasuh dan mendidik anak dengan baik agar terhindar dari siksa api neraka.

      Konsep asah, asih, dan asuh anak menjadi pedoman utama dalam mengaplikasikan pola pengasuhan yang sesuai dengan tuntunan agama Islam. Dalam hal asah, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi intelektual anak dengan memberikan pendidikan yang bermutu serta menanamkan akhlak mulia sejak dini. Sementara itu, asih mengajarkan orang tua untuk mencurahkan kasih sayang secara tulus kepada anak-anak mereka agar tercipta ikatan batin yang kuat dan anak merasa aman serta diterima. Sedangkan dalam aspek asuh, orang tua dituntut untuk memelihara, membimbing, dan mengasuh anak dengan penuh kesabaran serta menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (Ulwan, 2020). Berikut ini penjelasan dari asah asih asuh anak dalam islam:

Asah (Mendidik)

      Mendidik anak dengan ilmu pengetahuan dan akhlak mulia merupakan perintah dalam agama Islam yang harus diutamakan oleh setiap orang tua. Rasulullah SAW bersabda, “Didiklah anak-anakmu karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk menghadapi zaman yang berbeda dengan zaman kalian” (HR. Ibnu Majah). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tersebut orang tua diperintahkan untuk mendidik anak sesuai dengan tuntutan zaman, maka orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan anak menghadapi kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, orang tua harus memerhatikan pendidikan anak baik formal maupun non-formal sejak dini, seperti mengajari membaca Al-Quran, menanamkan akidah yang benar, serta mengajarkan akhlak terpuji yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan memiliki akhlak mulia sesuai tuntunan agama (Suwaid, 2019).

Asih (Mencintai)

      Islam memandang bahwa kasih sayang kepada anak merupakan sebuah kewajiban. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi” (HR. Bukhari dan Muslim). Allah SWT juga berfirman dalam QS. Ar-Rahman ayat 60,

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُ ۚ ٦٠

 “Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?”

 Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang yang diberikan kepada anak akan mendatangkan kebaikan pula bagi orang tua. Orang tua harus mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya dengan penuh kelembutan dan perhatian. Menciptakan suasana keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan kasih sayang akan memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologis anak (Hasan, 2020).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline