Lihat ke Halaman Asli

Sejarah Dinasti Abbasyiah (Awal Kemunculan, Sistem Pemerintahan, Kehancuran, dan Peninggalan Sejarah)

Diperbarui: 4 Juni 2023   06:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

  • Awal Kemunculan Dinasti Abbasyiah
  • Awal munculnya pemberontakan

Dinasti Abbasyiah merupakan keturunan dari paman Rasulullah saw., yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Dinasti Abbasyiah mulai muncul pada tahun 750 Masehi setelah mereka berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dalam sebuah pemberontakan yang dipimpin oleh Abu al-Abbas al-Saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas. Pemberontakan ini dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan Umayyah yang dianggap tidak adil dan korup serta model kehidupan para khalifah yang di pandang hidup secara bermegah-megahan, dimana mereka mengesampingkan ajaran islam yang sudah diterapkan.

Sistem pemerintahan Dinasti Umayyah yang dianggap tidak adil yaitu dengan mementingkan keluarganya sendiri untuk menjadi penerus tahta kekhalifaan, sehingga mengakibatkan perpecahan dan perebutan kekuasaan di dalam lingkungan keluarga umayyah sendiri.[1] Hingga khalifah-khalifah itu silih berganti dalam masa waktu yang sangat singkat dalam berkuasa .

 

 Gerakan Bani Abbasyiah ini juga muncul karena terdapat sebuah propaganda dimana Bani Abbas merasa lebih berhak daripada Bani Umayyah atas kekhalifahan islam, sebab mereka adalah keturunan Bani Hasyim yang secara nasab lebih dekat dengan Nabi Muhammad saw..

 

Mereka berpendapat bahwa orang-orang Umayyah menguasai kekhalifahan secara paksa melalui perang siffin. Oleh karena itu, untuk mendirikan Dinasti Abbasyiah mereka mengadakan gerakan yang luar biasa dalam bentuk pemberontakan.

 

  • Gerakan Abbasyiah

 

Di antaranya melakukan pemberontakan yang dinamakan Gerakan Bawah Tanah yang bergerak secara diam-diam dan dengan hati-hati untuk menyusun sebuah kekuatan demi merebut jabatan khalifah dari Dinasti Umayyah. Gerakan bawah tanah ini menerapkan politik bersahabat, dengan tidak menampakkkan permusuhan atau perselisihan dengan bani umayyah, lalu dengan menggunakan nama bani hasyim supaya mendapat dukungan dari golongan syiah (pendukung Ali). Gerakan ini dipimpin langsung oleh Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Abbas, pada pemerintahan khalifah Umar ibn Aziz. Dan gerakan ini berpusat di wilayah Khurasan.

 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline