Lihat ke Halaman Asli

S.DJumi

menulis apa adanya

Antara Iran, China, dan Ismail Haniyeh sebuah memory

Diperbarui: 31 Juli 2024   20:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok.pri

Terbunuhnya di plomat senior Ismail Haniyeh  sungguh mengejutkan dunia apalagi tewas di Iran  tempat amanya selama  ini dan sungguh di sini sedang mengikuti acara pelantikan presiden terbaru iran.

Saya ingat Belum seminggu bersatunya Fatah dan Hamas dengan mediasi China belum ada nampaknya ini sebuah kehilangan besar buat Hamas  (Palestina) sebab sang negoisasi perdamaian tamat karena ulah brutal Zionis Israel

Sengaja Israel menargetkan Ismail Hanyeh sebab mereka mempunyai ukuran dan metargetkan untuk di habisi di manapun dan juga di kesempatan yang dapat mereka dapatkan untuk membununhya inilah wujud kekejaman pasukan zionis dengan agen-agen Mosssadnya.

Kalkulasi bahwa bersatunya Fatah dan Hamas atas dukungan China rupanya tidak di sukai oleh para pemimpin Zionis dengan itu mereka memerintahkan untuk membunuh pemimpin Hamas ini.

Semua di kalkulasi bisa meredam perlawanan di Gaza sebab Israel tidak mau kehilangan mukanya di mata dunia sudah didukung Amerika dan juga sebagain negera Eropa tidak menang dalam peperangan, genosida dan juga hilangnya rasa kemanusiaan dii ngeri Palestina.

Luput dari kalkulasi

Pembunuhan ini bukan saja membuat perjanjian perdamaian yang tidak ada ujungnya namun bisa jadi bumerang bagi Israel dan Amerika sebagai pendukung utamanya.

Perlawanan tanpa senjata dan jatuhnya dolar akan berlanjut dengan kolapsnya serta larinya para pendukung utama membuat Israel bisa jadi macan ompong.

 Sebab pembunuhan yang terjadi di Jalur Gaza adalah new Hilter dan juga new genosida yang tidak bisa terbantahkan.

Sebab akhirnya dunia harus sadar pembunuhan terhadap Ismail Haniiyeh bisa jadi pemicu perang besar yang menyeret dunia islam dan Eropa,  israel dan USA adalah bisa jadi kalkulasi yang terburuk.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline