tetapi kau manis
melirik
duhai, tiba-tiba
kau angin sempat tertangkap
andaikata air mata bisa diharap
lain kali
duhai, tanpa ukara
kau datang aku menatap
ke arah jendela atau meja
kaca layar ponsel
duhai, ketawamu
membuang amuk
(Malang, 5-7 Mei 2013)
alravox.wordpress.com
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI