Lihat ke Halaman Asli

Aldy M. Aripin

TERVERIFIKASI

Pengembara

Istri Dunia Akhirat

Diperbarui: 10 Oktober 2015   17:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14317029071739198996

 [caption id="attachment_417727" align="aligncenter" width="365" caption="Jika satu saja cukup, mengapa harus lebih? | jagatmotivasi.com"][/caption]

Bulir-bulir sisa rinai hujan disore itu masih tersisa, dua lelaki beda usia itu duduk bersisian, yang muda tercenung menatap jauh melangkahi bulir-bulir air yang menetes dari atap teras kayu yang mereka duduki, lelaki tua itu melirik lelaki muda disampingnya, lirikan disertai senyum simpul penuh kebijakan, tatapan matanya masih tajam bagaikan belati, walaupun tubuhnya sudah mulai ringkih.  Lelaki muda itu tak mengalihkan pandangannya, seolah tak tahu jika sedang dilirik.

“Kamu tahu, perempuan yang kelak menjadi istrimu, adalah perempuan pilihan, dengan segala sifat bawaanya”, terdengar si tua bersuara.  “Tidak ada perempuan yang lebih hebat dari dia, karena dia perempuan yang tercipta dari tulang rusukmu…”, tambahnya dengan suara tenang dan teratur.

“Maksud bapak?” tanya si muda tanpa mengalihkan pandanganya.

Dengan cepat si tua itu meletakan tangan diujung bibir.

“Jangan kau potong tuturanku…” kembali dia bersuara dengan tenang.  “Dengarkan sampai purna, setelah rampung kamu boleh mengutarakan pendapatmu”, sambungnya.

“Jika kelak kamu jadi orang, jangan pernah kau tinggalkan istrimu, apapun alasannya, karena wanita pertama dalam hidupmu adalah wanita yang memberimu surga di dunia dan di akhirat”, si tua itu bicara, sembari menatap tajam lawan bicaranya.  Si muda bergeming, entah menyimak mengerti entah bingung.

“Penguasa roh kehidupan hanya memberimu seorang, jangan tamak…”

“Yang satu pun jika kamu tidak pandai menjaga dan merawatnya, penguasa roh akan menariknya”, si tua itu meneruskan wejangan.  “Laki-laki hebat, laki-laki gagah dan laki-laki bertanggung jawab tidak berani memiliki istri lebih dari satu, karena hanya satu wanita yang berasal dari tulang rusuk laki-laki.”  Lelaki itu menghentikan wejangannya, melirik ke si muda, memastikan wejangannya didengar.

Si muda itu tidak mengalihkan pandanganya yang luruh kedepan, hanya terdengar helaan nafas berat dan agak panjang.

“Karena dia tahu…”, si tua melanjutkan wejangan.  “Hanya satu orang istri yang akan memberinya surga dunia dan surga akhirat.”  Kali ini dia tak lagi menoleh, pandangannyapun lurus, menerobos semua yang ada didepannya.

“Jangan pernah berfikiran memiliki wanita lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan dalam hidupmu, setiap lelaki yang berfikiran seperti itu, dia telah meletakan sebelah kakinya kedalam neraka.”

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline