SEBAGAI nabi terakhir, Muhammad Rasulullah Saw, adalah sosok manusia paling sempurna. Sempurna parasnya, sempurna perilakunya, sempurna ahlaknya, dan tentu saja sempurna ibadahnya. Sebagaimana Nabi dan Rasul lainnya, beliau juga dijaga Allah Swt, alias Maksum.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Maksum artinya terbagi, terpisah, tercerai, dan lepas.
Maksum sendiri berasal dari kata Ashoma atau Ashama yang juga mengakar pada kata Ish-mah yang artinya memelihara. Secara istilah Maksum berarti suci dari berbuat dosa atau terpelihara dari berbuat dosa, kesalahan, dan kekeliruan.
Para Nabi dan Rasul dimaksumkan Allah Swt, agar mereka terbebas dari dosa dan kekeliruan saat menyampaikan firman-Nya. Mengingat mereka adalah manusia pilihan yang diutus oleh Allah Swt, untuk memperbaiki umat manusia. Mereka adalah pendidik, pendakwah, pembimbing, sekaligus pemberi contoh kebaikan. Sudah sepantasnya mereka dijaga Allah Swt, alias Maksum.
4 Sifat Rasulullah Saw
Nabi dan Rasul adalah manusia yang dipilih Allah Swt, untuk mengajarkan tauhid kepada umat manusia. Allah Swt, menurunkan wahyu kepada mereka untuk disampaikan kepada umat. Kita sebagai umat Islam wajib mengimani mereka sebagai bagian dari rukun iman yang keempat.
Rasulullah Saw, sendiri saat menyebarkan ajaran Allah Swt, menunjukkan sifat-sifat yang patut untuk diteladani. Dengan meneladani sifat-sifat Nabi dan Rasul, maka kita bisa mengubah diri menjadi orang yang lebih baik, pintar, dan taat pada agama.
Secara garis besar, Rasulullah Saw, memiliki 4 sifat yang patut diteladani. Keempat sifat tersebut tentu saja membaluti seluruh sifat yang melekat dalam diri Rasulullah Saw. Keempat sifat tersebut antara lain;
1). Sidiq
Siqid berasal dari bahasa Arab ash-shidqu yang berarti benar, nyata, tulus. Sedang makna Sidiq secara istilah berarti benar, tidak salah, tidak dusta, tidak keliru, sesuai dan cocok. Sidiq juga berarti jujur dalam segala hal, baik yang katakan ataupun yang dilakukan.