Lihat ke Halaman Asli

Ambil Cuti demi Menangkan Sang Anak, Alex Noerdin Cederai Rakyat Sumsel

Diperbarui: 18 Januari 2018   17:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

palembangpos.com

Kabar cuti yang akan diajukan oleh Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin demi memenangkan sang putra mahkota Dodi Reza Alex jelas menodai Pilgub Sumsel 2018. Terlepas dari siapapun yang maju, petahana jika tidak mencalonkan diri di Pilkada tersebut, seharusnya tidak melakukan cuti.

Pasalnya, persoalan di Sumsel masih bertumpuk-tumpuk. Jadi, mengambil cuti hanya untuk memenangkan anaknya, secara otomatis Alex Noerdin berniat mengabaikan berbagai persoalan yang selama dua periode kepemimpinannya belum juga terselesaikan.

Memang tidak ada larangan untuk mengambil cuti, tetapi sungguh tidak etis seorang gubernur mengambil cuti dan meninggalkan kewajiban utamanya. Untuk itu, daripada mengambil cuti, alangkah lebih baik jika Alex Noerdin tetap fokus menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. 

Sebagaimana ramai diberitakan, usai hadir pada paripurna DPRD Sumsel, Senin (15/1/2018), Alex Noerdin akan mengajukan cuti demi memenangkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Dodi-Giri.

Selain karena tidak etis, ada banyak hal yang layak dikhawatirkan dari niat cuti yang akan diambil Alex Noerdin. Salah satunya tentu saja adanya potensi penyelewengan kewenangan yang akan dilakukan oleh Alex Noerdin jika mengambil cuti dan ikut berkampanye mendukung anaknya di Pilgub Sumsel.

Bukan hal yang mustahil Alex Noerdin bakal menggunakan seluruh sumber daya kekuasaanya untuk memenangkan Dodi. Itulah yang dikhawatirkan jika Alex Noerdin turun gunung ikut berkampanye memenangkan Dodi. Sebagai gubernur yang sudah dua periode menjabat, lebih baik Alex Noerdin membebaskan Pilkada Sumsel, biar rakyat yang menentukan Gubernur Sumsel selanjutnya.

Jika benar-benar Alex Noerdin mengambil cuti, dan berkampanye mendukung Dodi-Giri, bukan hanya lawan-lawan politiknya yang harus waspada, rakyat Sumsel dan juga petugas pemilu seperti KPUD, Bawaslu dan  Panwaslu layak waspada. 

Dinasti Politik

Lagi-lagi, Alex Noerdin sampai berniat cuti dan mengabaikan tanggungjawabnya sebagai gubernur tak terlepas dari dinasti politik yang sedang dibangunnya. Ia tak ingin melihat anaknya kalah, karena kekalahan anaknya berarti kehancuran dari dinasti politiknya.

Untuk itu, ia rela meninggalkan amanah rakyat demi memenangkan anaknya dan menyingkirkan calon-calon lainnya. Hal ini tak bisa dipungkiri oleh Alex Noerdin. Dengan mencalonkan Dodi yang sebetulnya belum ada satu tahun menjabat sebagai bupati Musi Banyuasin adalah cara Alex Noerdin melanggengkan dinasti politiknya di Sumsel.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline