Permainan bulu tangkis merupakan permainan yang dimana pelaksanaannya yang menggunakan alat yang bisa disebut raket dan kok. Raket ini yang terbuat dari alumunium dan kayu yang berbentuk tongkat. Raket tersebut terdapat senar yang dililitkan pada dibagian kepala raket. Akan tetapi Raket itu sendiri memiliki fungsi sebagai alat memukul kok. Kok itu sendiri terbuat dari bulu angsa yang di tancapkan pada pinggir gabus yang berbentuk setengah bola dan sebagai objek yang di pukul dalam permainan bulu tangkis tersebut. Dalam permainan bulutangkis tujuannya itu sendiri adalah untuk memukul yang menggunakan raket yang melewati net ke arah wilayah lawan.
Menurut Davis (1997). Bulutangkis dilakukan bisa satu lawan satu atau dua lawan dua. Inti dari permainan bulutangkis ini adalah mendapatkan point dengan cara memasukan kok ke lapangan lawan yang dibatasi oleh jaring atau (net) setinggi 1,55 m dari permukaan lantai tersebut, akan tetapi dari dasar peraturan permainan bulutangkis lapangannya harus berukuran 610cm dan 1340cm, yang dibagi, masing-masing dua sisi yang berlawanan yang dibatasi oleh (net). Adapun garis tunggal dan garis ganda, dan ada ruang yang memberikan jarak antara pelaku dan penerima servis. Dalam penguasaan teknik dasar permainan bulutangkis, yang terdapat berbagai teknik dasar yaitu diantaranya, teknik service, lob, smash, drop, dan geraknya kaki.
Menurut Purnama (2010). Teknik dasar yang harus dikuasai pemain bulutangkis yang diantaranya yaitu:
1. Sikap berdiri
2. Teknik Memegang raket
3. Teknik Memulul bola
4. Teknik langkah kaki
Dalam komponen-komponen pemain bulutangkis dituntut mengembangkan fisiknya diantaranya yaitu:
1. Daya tahan otot
2. Kelincahan
3. Kekuatan